GuidePedia



Beberapa orang di lingkaran Istana disebut tengah menjauhkan Presiden Joko Widodo dengan partai pendukungnya. Tuduhan itu salah satunya dilontarkan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu.

Tanpa menyebut nama, Masinton menyebut pihak yang tengah melakukan hal itu sebagai "Brutus". (Baca: Kata Politisi PDI-P, Jokowi Dihalang-halangi "Brutus" di Istana)

Selain Masinton, tuduhan sama juga diungkapkan dalam salah satu blog di Kompasiana. Dalam blog tersebut, secara gamblang disebutkan tiga pembantu Jokowi sebagai pihak yang tengah menjauhkan Presiden dengan parpol pendukung.

Mereka yang dituduh adalah Kepala Staf Kepresidenan Luhut B Panjaitan, Menteri BUMN Rini M Soemarno, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Tiga orang itu disebut sebagai "Trio Macan Istana" (Baca: “Trio Macan Istana” di Ring Satu Jokowi)

Saat dikonfirmasi, ketiganya kompak membantah. "Cari tahu saja sendiri, saya enggak ada urusan," kata Rini, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2015).

Sama halnya dengan Rini, Luhut juga membantah dirinya memiliki niat menjauhkan Jokowi dari partai pendukungnya.

"Ah, enggak ada itu," ucap Luhut singkat.

Hanya Andi Widjajanto yang memberikan bantahan dengan argumentasi lebih panjang. Menurut Andi, elite-elite partai pendukung dapat memiliki akses khusus tanpa melalui birokrasi saat ingin menemui atau berkomunikasi dengan Presiden Jokowi.

"Silakan ditanya ke PDI-P yang dimaksud siapa, tapi setahu saya partai-partai itu memiliki akses ke Presiden tidak hanya lewat Mensesneg yang mengatur jadwal, tapi bisa juga akses-akses langsung yang diberikan oleh Presiden," ujar Andi.
 
Top