GuidePedia


Paulus Pangau

Manadoinside.com,Saling klaim terhadap lahan di desa Kawiley kecamatan Kauditan terus bergulir dan saat ini sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Airmadidi. Pernyataan Stefi Bernadus Magdalena yang mengklaim sebagai ahli waris terhadap tanah dengan nomor sertifikat 195, membuat pemilik SHM 195 atas nama Paulus Pangau yang angkat bicara. 

Menurut keterangan Paulus Pangau, pada tahun 2000 silam ia membeli tanah dengan nomor sertifikat 195 atas nama Alfius Sumampouw dari Welly Bernadus yang merupakan ayah dari Stefi Bernadus. Pembelian tanah tersebut dilakukan bersama dengan sertifikat nomor 196 yang digadaikan Selfi Bernadus di bank Artha Graha.

“Kenapa sekarang ada yang mengatasnamakan ahli waris dari lahan kawiley dan menggugat secara Perdata. Padahal, tanah itu jelas-jelas milik saya. Seharusnya kalau berbicara ahli waris, ada yang namanya Billy sebagai ahli waris, tapi justru Billy ini tidak menggugat secara Perdata, sementara Billy merupakan ini adalah anak dari Alfius Sumampouw dari pernikahan keduanya,”ungkap Paulus.

Terkait lahan ini yang sempta bermasalah di tipikor, ia mengatakan sudah ada keputusannya dan berdasarkan putusan pengadilan sertifikat tanah nomor 195 diserahkan kepadanya sebagai pemilik.Terkait hal masalah ini, lanjut Paulus, pihaknya sudah melaporkan masalah ini ke Polres Minut guna diproses lebih lanjut atas upaya penyerobotan dan penggelapan terhadap sertifikat tanah tersebut, dan sampai sekarang sudah masuk ke pengadilan. 

“Biarkan hasil persidangan yang nantinya akan memutuskan permasalahan ini,”jelas Paulus.

Sebelumnya diberitakan terdakwa Stefi, dalam gugatan sidang perdata Nomor 39/pdt.g/2016/pn.arm mengklaim lahan SHM Nomor 195 adalah miliknya sebagai ahli waris yang sah.Penasehat Hukum Stefi Magdalena Bernadus menyelah klaim yang disebutkan Paulus Pangau, menjelaskan bahwa pelunasan SHM Nomor 195 ada di Bank dan 196 digadaikan ke Hock Rubajan. 
“Dalam berita acara yang sedang bersidang, tahun 2000 itu sertifikat 195 sementara diagunkan di bank, jadi tidak mungkinlah sertifikat yang sedang diagunkan di bank kemudian Welly Bernadus sebagai pemilik SHM  195 menjual terhadap Paulus Pangau," jelas Rattu.(jp)
 
Top