GuidePedia

Theo Umbas
Manadoinside.com,Beredarnya surat penundaan pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Komite Nasional Pemuda Indoensia (KNPI) Minahasa di sosial media dipertanyakan oleh panitia Muskab dan DPD KNPI Minahasa, pasalnya surat penundaan tersebut tidak pernah diterima hingga pelaksanaan Muskab selesai. Anehnya surat tersebut malah beredar dan menjadi pembicaraan alot di sosial media (face book).

Ketua panitia pelaksana Muskab KNPI Minahasa ke XIII, Theo Umbas ketika dikonfirmasi mengatakan, surat dari DPD I KNPI Sulut tertanggal 11 juni tersebut tidak pernah diterima panitia pelaksana Muskab,
bahkan hingga selesai pelaksanaan Muskab, surat tersebut tak pernah sampai ditangannya sebagai penangggung jawab penyelenggaraan Muskab.

“Hingga saat ini saya tidak pernah menerima surat penundaan Muskab. Untuk itu pelaksanaan Muskab yang dilaksanakan pada tanggal 11 sudah sesuai mekanisme sebagaimana yang diatur dalam AD/ART dan PO
KNPI.”terang Umbas.

Lebih lanjut alumni STPDN tahun 2006 ini mengatakan, surat penundaan yang beredar di face book tidak perlu ditanggapi karena sesuai prosedur surat tersebut harus disampaikan kepada DPD II KNPI Minahasa
dan panitia penyelenggara, bukan hanya lewat media sosial.

“Secara pribadi pihaknya yakin ketua DPD I KNPI sangat paham dan matang di organisasi sehingga jika mengeluarkan surat tersebut pasti langsung disampaikan kepada panitia dan DPD II KNPI Minahasa.”kata Umbas.

Terkait pernyataan yang mengatakan penundaan Musda tersebut sudah dibicarakan dengan panitia Musda, ditampik Theo Umbas, menurutnya pembicaraan saat makan siang bersama DPD I KNPI dan kasat Intel Polres Minahasa disalah satu rumah makan di Kawangkoan, tidak kesepakatan soal penundaan Musda, hal ini menurutnya bisa dipertanggung jawabkan melalui bukti rekaman pembicaraan selama pertemuan tersebut berlangsung.

“Semua pembicaraan dalam pertemuan tersebut ada bukti rekamannya, jadi kalau ada oknum yang mengatakan pembicaraan itu ada kesepakan penundaan, saya rasa itu pernyataa yang tidak mendasar. Selain bukti rekaman, kami juga mempunyai bukti – bukti lain untuk menguatkan bahwa pelaksanaan Musda tersebut sudah sesuai prosedur.”pungkasnya.(jp)


 
Top