GuidePedia

Foto Ist
Manadoinside.com, Sikap Pertamina yang dinilai kurang berkoordinasi dengan pemerintah sehingga kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram masih saja terjadi sangat disesalkan.

"Koordinasi dari Pertamina dengan kami sebagai pemerintah daerah sangat kurang. Buktinya sampai saat ini Pertamina tidak pernah melaksanakan rapat dengan pemerintah. Pertamina hanyaberkoordinasi dengan agen sehingga masalah kekurangan elpiji kami tidak pernah tahu," ungkap Kabag Perekonomian Pemkab Minut, Ir Tati Thayeb kepada wartawan, Senin (30/1) kemarin.

Dikatakan Thayeb, guna mengawasi ketersediaan elpiji di agen hingga pangkalan supaya tidak terjadi kelangkaan, maka akan dilaksanakan penertiban penggunaan tabung gas ukuran 3 Kg.

Sebab, terjadinya kelangkaan disebabkan masih banyaknya industri rumah tangga yang menggunakan elpiji 3 Kg, sementara pemerintah sudah menyediakan ukuran 5 Kg bagi UMKM.

"Saya sudah rencanakan untuk melakukan penertiban pengguna tabung gas elpiji. Kemungkinan pada bulan depan sudah akan jalan. Dengan penertiban ini kita akan tahu dimana yang salah sehingga terjadi kelangkaan elpiji," katanya.

Di Minut terdapat 4 agen elpiji bersubsidi yakni PT Anugrah Lestari (146 pangkalan), PT Elpiji Kawan Sejahtera (36 pangkalan), PT Tonsea Jaya Gas (74 pangkalan) dan PT Anita Kumajas sebanyak 53 pangkalan.

Adapun penyaluran tabung elpiji di Minut yang tersebar di pangkalan setiap minggunya berjumlah 40.320 tabung dengan penyaluran tiap bulan 201.600 tabung.

"Ketentuannya setiap pangkalan hanya bisa mendapat 100 tabung. Tapi yang terjadi di lapangan diduga ada permainan agen yang menjual ke pangkalan atau warung sehingga kelangkaan di pangkalan sering terjadi," tambah Thayeb.

Rubby Worek
 
Top