GuidePedia

VAP saat ikut presentasi dari pengembang bersama Wakil Bupati Drs Steven Kandouw Rabu (7/3/2017)

Manadoinside.com, Kabupaten Minahasa Utara terus bergeliat di sektor pariwisata, hal ini didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara.


Pemprov Sulut bersama pemkab Minut kini tengah mempersiapkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata yang akan berpusat di Desa Marinsow Kecamatan Likupang Timur.

Hal ini terkuak saat rapat presentasi  antara pihak pengembang PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD) yang adalah Sintesa Group serta pihak AP Maestro Australia bersama Wakil Gubernur Drs Dteven Kandouw yang didampingi Sekprov Edwin Silangen, Asisten II, Rudi Mkoginta, Asisten III, Roy Roring seta SKPD terkait  di ruang Tumbelaka kantor gubernur Rabu (8/3/2017).

Kandouw saat memimpin rapat mengatakan, rencana pembangunan ini dari roadmap pariwisata yang menjadi bagian dari program Gubernur Sulut (Olly Dondokambey).


Pemprov tentunya  sangat mengapresiasi langkah kerjasama MPRD Sintesa Group dan AP Maestro dalam membangun lokasi KEK pariwisata di Kabupaten Minahasa Utara.

"Ini tentunya sangat luar biasa, mulai dari persiapan lahan dan studi kelayakan dari KEK pariwisata, anggarannya sepeserpun dibebankan kepada APBN/APBD (Dinas Pariwisata di Provinsi dan Kabupaten Minut). Semua biaya persiapan ditanggung oleh MPRD. Kami selaku pemerintah tentunya akan segera menindaklanjuti,sebagaimana hal itu juga menjadi program perintah pusat dari pak Presiden dan Menteri Pariwisata," terang Wagub Kandouw didampingi Bupati Minut Vonnie Aneke Panambunan.

Kandouw mengingatkan intstansi vertikal Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar menyelesaikan urusan lahan sebagaimana perintah Presiden.

"Demikian juga dengan Biro Hukum,Asisten II serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Kehutanan segera lakukan koordinasi dan verifikasi terkait lahan dengan Pemkab Minut. Pengurusannya secara paralel saja, karena lahannya milik Sintesa Group," tegasnya.


Terpisah, MPRD (Sintesa Group), yang diwakili Paquita Widjaja dan pihak AP Maestro Australia oleh Leo Rustandi telah mempresentasikan tujuan serta master plan dari KEK Pariwisata yang akan dibangun di atas lahan seluas 600 hektar.


Nantinya di atas lahan ini akan dibangun melebihi fasilitas pariwisata dari Nusa Dua Bali yang ada dalam satu tempat tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya dan potensi asli dari wilayah Tonsea tersebut.


“Penelitian sudah banyak kami lakukan, Sulut punya banyak potensi luarbiasa. Kami berharap kerjasama dengan pemerintah, baik pusat, provinsi Sulut dan kabupaten Minut bisa berjalan baik dan secepatnya direalisasikan. Rencananya sesuai jadwal akan kami mulai dibulan Maret ini prosesnya," jelasPaquita.


Dalam kesempatan itu Bupati Minut, Vonnie Aneke Panambunan sangat antusias dengan rencana pengembang ini. Dirinya mengatakan Pemkab dan warga Minut sangat welcome dengan pihak investor.


“Kami tentunya sangat senang dengan  pembangunan KEK pariwisata ini, dan tentunya berterima kasih kepada Pemprov Sulut dan pengembang. Hal ini tentunya akan meningkatkan kesejahteraan warga Minut,” kuncinya.

Rubby Worek


 
Top