GuidePedia

Salah satu industri rumah tangga sangat penting terhadap perkembangan perekonomian daerah(foto.ist)
Manadoinside.com, Keberadaan Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak dalam industri rumah tangga sangat penting terhadap perkembangan perekonomian daerah.

Namun jika keberadaan industri rumah tangga tidak ditunjang oleh pemerintah lewat anggaran, maka akan berdampak besar terhadap kelangsungan perekonomian suatu daerah.


Hal ini seperti yang terjadi di Minut dimana pengembangan 3.030 IKM non formal bakal terganjal dengan adanya pemangkasan anggaran di Dinas Perindustrian.

Kepala Dinas Perindustrian Minut Femmy Pangkerego melalui Kabid Industri Agro dan Hasil Hutan Tineke Van Rate SH belum lama ini mengatakan, anggaran yang ada di SKPD tersebut sangat minim karena hanya menyentuh Rp1,3 miliar dalam APBD 2017.

 Itupun anggaran tersebut akan dipergunakan untuk 2 bidang dan Sekretariat Dinas Perindustrian. “Dari anggaran tersebut, untuk pengembangan industri di SKPD ini hanya sekitar Rp350 juta. Jumlah tersebut tidak akan cukup untuk membantu IKM non formal untuk berkembangan karena tak akan mampu membeli peralatan dan juga pelatihan bagi mereka,” jelas Rate kepada wartawan.


Menurut Rate, jika untuk IKM non formal ini berkembang, maka pihaknya sangat membutuhkan anggaran hingga sekitar Rp2 miliar.

Jumlah tersebut nantinya akan diusulkan pada tahun anggaran 2018 dan kiranya bisa disetujui oleh TAPD dan tim Banggar. “Kita akan mengusulkan dan itu tergantung TAPD dan Banggar untuk menyetujuinya” katanya.

 Dijelaskannya, dari sekian banyaknya IKM, ada berbagai bidang yang digeluti para pelaku usaha tersebut seperti usaha meubel, pembuat kue, penjahit, catering serta kerajinan tangan lainnya.


Hanya saja, dari 3030 IKM musiman ini, tidak semuanya digeluti masing-masing pelaku usaha. "Kemungkinan tidak ada modal sehingga pelaku usaha musiman ini berhenti.

Kemudian ada lagi pelaku usaha lainnya melanjutkan usaha yang sama, namun ketika usaha tersebut dirasa tidak memiliki peluang bisnis yang baik, maka terjadilah yang dinamakan usaha musiman dan begitu seterusnya," jelasnya seraya menambahkan jika di Minut juga memiliki 270 IKM formal yang sudah bisa berkembang tanpa bantuan pemerintah.(*)
 
Top