GuidePedia

Salah satu peserta seleksi PTP memaparkan makalah di depan Pansel Rabu (5/4/2017)

Manadoinside.com, Seleksi Pejabat Tinggi Pratama (PTP) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) merupakan seleksi terbaik yang dilakukan oleh kabupaten dan kota se-Sulut.


Hal ini diklaim oleh Ketua panitia seleksi(Pansel) Prof. Dr J. Ronald Mawuntu pada seleksi yang diadakan Rabu (5/4/2017) di Sekretariat Pansel Kantor Bupati Minut.


 “Independensi dan prosedur lengkap menjadi indikator penilaian bagi para peserta, sementara untuk penilaian menggunakan angka puluhan. Ini merupakan yang terbaik di-Sulut menurut Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” tukas Mawuntu.


Sebelas orang pejabat yang sebagian besar berasal dari Minut dan merupakan pelaksana tugas di SKPD memperebutkan 7 kursi jabatan  PTP. Jabatan tersebut terdiri dari Staf Ahli Pemerintahan, Staf ahli Kemasyarakatan, Kadis Pangan, Kadis PUPR, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman,  Kadis Pertanian dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.


Menariknya dari ketujuh jabatan itu jabatan Kepala Dinas Pertanian menjadi primadona untuk direbut, informasi yang dirangkum, lima pejabat dikabarkan mengincar jabatan ini. Mereka memaparkan konsep pembangunan pertanian terbaik kepada lima anggota pansel.


Salah satunya adalah Plt. Kepala Dinas Pertanian Ir. Joseph Aliks,  Dalam presentasinya Aliks menyayangkan akan adanya alih fungsi lahan pertanian yang ada di beberapa kecamatan di Minut, Menurutnya, pembangunan pabrik, gudang, pemukiman, perkantoran dan bisnis dari investor dan pengembang berakibat berkurangnya lahan pertanian. Hal ini harus diantisipasi dengan pembukaan lahan pertanian baru, baik pencetakan lahan sawah maupun lahan kering.


 “Di kecamatan Kalawat, Airmadidi dan Kauditan banyak lahan yang telah beralih fungsi akibat pesatnya pembangunan. Hal ini harus diantisipasi dengan pembukaan lahan pertanian baru baik sawah maupun lahan kering,” ujar Aliks yang adalah mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sangihe dan Talaud saat belum mekar.


Selain itu tenaga kerja pertanian yang semakin berkurang harus diantisipasi dengan cara menggunakan teknologi pertanian, dengan mengadakan pelatihan penguasaan mesin pertanian yang dapat meningkatkan produksi.


“Dengan penguasaan teknologi pertanian, saya yakin  para pemuda akan tertarik untuk kembali ke kebun,” pungkasnya.


Terpisah Plt Kadis PUPR Drs Leonard Watuseke, dengan judul makalah Pentingnya Pembangunan Infrastruktur Bagi Masyarakat.

 “Pembangunan infrastruktur harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, dengan jalan membuka akses-askses produksi terutama terkait pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. “Tentunya hal ini harus sesuai dengan petunjuk Bupati agar sesuai dengan Visi Misi pembangunan di Kabupaten Minut,” terang Watuseke.


Seleksi ini awalnya diikuti oleh 13 peserta, namun perkembangan terakhir, 2 peserta mengundurkan diri, “Mereka berdua mundur oleh karena memasuki masa pensiun dan dngan pertimbangan pribadi,”terang ketua panitia pansel.


Panitia Seleksi terdiri dari akademisi, pejabat pemkab Minut dan unsur profesianal. Mereka adalah, Prof. Dr J Ronald Mawuntu, Prof Dr Ir Lucia Mandey MS, dr Jane Symons M.Kes, Drs Joseph Suatan MM dan Drs Aldrin Posumah M.Si.


Sedangkan peserta seleksi adalah, Octafianus R.Tooy SE, Ir Jan O Sinaulan, M.Si, Berty Ngangi SP, Dudy HS Fatah SH, Ir Joseph Aliks, Drs Sem Tirayoh, Ir Josef D.J. Lempoy, Ir Johana Manua M.Si, Drs Jossy C Kawengian MAP, Forsman F.T. Dandel S.Sos dan Drs Leonart Watuseke.


Rubby Worek


 
Top