GuidePedia

Korban saat dievakuasi dari lobang tambang di Desa Tatelu Dimembe Minut
Manadoinside.com,  Akhirnya 13 orang penambang korban terjebak longsor warga asal Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat Kamis  (13/4/2017) di Tambang Rakyat Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan Jumat (14/4/2017).


Drama penyelamatan ini berlangsung cukup tegang dan mengharukan, terutama bagi teman-teman dan keluarga korban.


Setelah material longsoran berhasil dikeluarkan, satu per satu para korban mulai diangkat dengan menggunakan derek khusus. Korban pertama Ali (35) dikeluarkan jam 9.30, kemudian secara berturut-turut  korban Diki (24), Asep Mulyana (43),  Maman (53), Nono Supratno (36), Bugi (24), Wawan (32), Asep (42), Rian (34), Karno (50) Ali  (19), Ubri, dan yang terakhir Korban Hoping Asep (30) pada jam 10.03.



Muchlis (55) warga Tasikmalaya yang turun langsung ke dalam lubang sedalam 90 meter dan melakukan evakuasi mengaku kesulitan utama saat menyelamatkan teman-temannya adalah menyingkirkan batu yang cukup besar yang menghalangi akses ke tempat korban. “Meski menunggu cukup lama, kondisi mental mereka cukup baik, karena kami tetap melakukan komunkasi lewat handphone,” ujar Muchlis.


Menurut informasi yang dirangkum di lokasi kejadian, ke-13 penambang ini mulai masuk ke dalam lubang Kamis (13/4/2017) pagi hari, kemudian longsor terjadi pada jam 13.00. Upaya yang dilakukan para penambang untuk menyelamatkan rekan-rekan mereka tidak berhasil.


Kejadian inipun dilaporkan ke pemerintah Desa Tatelu pada jam 15.30.  Hukum Tua Desa Tatelu John Lausan saat menerima laporan langsung melaporkan pada pihak terkait.


“Saya menerima laporan jam 3.30 sore, kejadian langsung saya laporkan ke Polsek Dimembe, Camat, Basarnas, bahkan Wakil Bupati Ir Joppi Lengkong serta unsur terkait lainnya,” jelas Lausan di lokasi kejadian.


Kepala Basarnas Manado Budi Cahyadi saat diwawancarai sejumlah wartawan usai evakuasi mengatakan.


“Kami bersyukur upaya evakuasi yang dilakukan sejak kemarin telah berhasil dengan baik. Para korban berada dalam kondisi sehat. Terhadap mereka dilakukan observasi awal untuk mengetahui keadaan mental dan pshikisnya. Tiga orang berada dalam kondisi shok, mereka akan dibawa oleh ambulans untuk dilakukan observasi lanjutan di rumah sakit,” terang Cahyadi diaminkan Kapolsek Dimembe AKP Saguh Rianto dan Danramil 1310-04 Dimembe Kapten Inf. Malfrets Takumansang yang mendampingi.


Lebih jauh Cahyadi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam usaha penyelamatan ini “Kepada Korps Marinir Pangkalan TNI AL Bitung, Polres Minut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan Pemerintah Desa Tatelu serta semua pihak atas kerjasama yang baik sehingga evakuasi ini berjalan sukses,” imbuh Cahyadi.



Dalam pantauan, selain tiga orang yang dibawa ke Rumah Sakit Walanda Maramis, 10 orang lainnya langsung dirawat di lokasi kejadian oleh petugas medis dari Puskesmas Airmadidi bersama tim evakuasi dari PT Meares Soputan Mining(MSM). Hal ini disebabkan terbatasnya petugas medis karena bertepatan dengan hari Raya Umat Kristiani yaitu Jumat Agung.



Upaya penyelamatan 13 orang penambang yang sudah bekerja selama 9 bulan ini dilakukan oleh  Tim Gabungan yang terdiri dari Basarnas Manado 25 personil yang dipimpin Kepala Basarnas Manado Budi Cahyadi, Korps Marinir Pangkalan Angkatan Laut Bitung dipimpin Mayor Mar. Arif bersama Kapten Marinir Beny Setiawan, Kodim 1310 Bitung-Minut dipimpin Plt Dandim dan Kasdim Mayor Inf. Nur Qomary. Mereka juga dibantu oleh para penambang.


Dalam pantauan di lokasi kejadian lubang tempat para penambang bekerja ini telah dipasangi police line.


“Pasca kejadian ini, lubang lokasi kejadian kami pasangi police line. Hal ini untuk menjaga kemungkinan hal yang tidak diinginkan terjadi lagi. Ini berlaku untuk waktu yang belum bisa ditentukan,” terang Kapolsek Dimembe AKP Saguh Rianto.


Rubby Worek
 
Top