GuidePedia

Drs Denny Ronny Wowiling  dalam rapat koordinasi antara pemerintah Desa Kolongan Tetempangan. 
Manadoinside.com, Pengadaan mobil sampah dan pemberdayaan masyarakat Usaha Kecil Menengah (UKM) menjadi program prioritas yang akan dilaksanakan oleh Desa Kolongan Tetempangan (Koltem) Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara.


Hal ini dipaparkanWowiling: Mobil Sampah dan UKM Program Unggulan Koltem
 Drs Denny Ronny Wowiling  dalam rapat koordinasi antara pemerintah Desa Kolongan Tetempangan saat didaulat untuk menyampaikan program kerja pemerintah desa Senin (24/4/2017) di Pantai Surabaya Desa Wineru Kecamatan Likupang Timur.



Menurut Ketua Perayaan Hari-Hari Besar Nasional Desa Koltem ini, program pemerintah Desa Koltem yaitu pengadaan mobil sampah dan pemberdayaan masyarakat, harus mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat demi kemajuan pembangunan.


Tujuh puluh persen warga Desa Kolongan Tetempangan adalah penghuni perumahan oleh karenanya mobil pengangkut sampah sangat diperlukan untuk mengangkut sampah warga.


Hal ini juga untuk menunjang Pemerintah Kabupaten dalam meraih adipura karena Desa Koltem merupakan salah satu lokasi khusus (Lokus) penilaian.


Selain pengadaan mobil sampah ini, dilaksanakan juga program pemberdayaan masyarakat untuk UKM. Khusus untuk UKM ini, pelaku UKM akan dibantu dengan modal usaha, calon penerima sebelumnya akan diadakan bimbingan tehnik agar nantinya program ini dapat berjalan baik dan lancar.


“Dana desa yang akan turun sekira 250 juta akan dibagi di dua sektor unggulan ini lewat pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) agar nanti tatakelolanya jelas dan sesuai dengan regulasi yang ada,” ujar mantan Ketua Badan Perwakilan Desa Koltem ini yang juga Wakil Ketua Dewan Minut.


Terpisah Hukum Tua Desa Koltem Demas Kasegel mengatakan,  program pemerintah desa ini sengaja difokuskan di dua sektor ini karena  sangat mendesak.


“Produksi sampah di Desa Koltem yang terdiri dari empat perumahan besar setiap harinya sekira 15 kubik, oleh arenanya mobil sampah sangat diperlukan,” terang Kasegel didampingi Sekdes Frida Wehantouw S.Sos.


Sebelumnya rakor ini dibuka dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pendeta Steven Manoppo S.Th karena dirangkaikan dengan ibadah syukur hari jadi Ke-29 Pendeta Novita Kasegel S.Th yang adalah putri Kumtua Desa Koltem Demas Kasegel.


Pendeta Novita dalam pesannya meminta kepada hukum tua  untuk tetap menjadi pemimpin yang baik.


“Tetap menjadi pemimpin yang baik dan takut akan Tuhan, jangan lupa ada anak pendeta,” pesan Novita yang melayani di salah satu Jemaat GMIM ini penuh makna.

 Rubby Worek
 
Top