GuidePedia

Stendy Rondonuwu (kiri), Berty Kapojos (kemeja putih)
Manadoinside.com, Rapat paripurna KUA/PPAS APBD Perubahan 2018 yang sejatinya digelar Senin 10 Juni batal. Pasalnya, agenda yang sudah dijadwalkan lewat undangan resmi itu gagal total karena terganjal draft rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang belum dimasukkan pihak eksekutif saat rapat paripurna akan dimulai.

Akibatnya muncul spekulasi akan terjadi pembahasan KUA/PPAS yang dibahas secara kilat. Menanggapi spekulasi itu ketua DPRD Minut Berty Kapojos menampik hal tersebut.

Ia menjelaskan bahwa seyogyanya draft RPJMD itu harus dimasukkan sebelum dilaksanakan rapat paripurna penetapan KUA/PPAS.

"Berdasarkan edaran menteri keuangan draft RPJMD itu harus dimasukkan ke DPRD bersamaan dengan KUA/PPAS, namun hingga jadwal pelaksanaan rapat paripurna yang sudah kita agendakan draft tersebut tak kunjung ada hingga pukul 17.00 wita (Senin), sehingga kita sepakat untuk menunda hingga besok (selasa) rapat paripurna KUA/PPAS hingga draft RPJMD ada," tutur Kapojos.


Apakah nanti tidak akan menjadi pembahasan yang kilat sebab draft tersebut baru akan dimasukkan dan sudah akan di paripurnakan.
"Jadwal pembahasan KUA/PPAS APBD akan berlangsung hingga 31 Juli 2017. Sehingga pembahasan draft RPJMD masuh memiliki banyak kesempatan apalagi akan ada penyesuaian dengan perubahan OPD yang baru," kilahnya.


Ketua Komisi 1 DPRD Minut Stendy Rondonuwu justru pesimis dengan keterlambatan pihak eksekutif  memasukkan RPJMD bahkan kesan akan terjadinya copt paste sepertibyang pernah terjadi dalam pembahasan-pembahasan sebelumnya rentan terjadi.


"Waktu yang sudah sangat singkat ini sudah tak memungkinkan bagi pihak eksekutif melakukan kajian terkait draft RPJMD. Waktunya cuma semalam mudah-mudahan bisa tuntas dengan draft yang benar-benar kita harapkan sesuai dengan perubahan perangkat daerah yang berlaku di struktur pemkab Minut," kunci Rondonuwu.(ai)
 
Top