GuidePedia

Suasana pelaksanan Tulude di Desa Winuri
Manadoinside.com, Pesta adat Tulude yang telah menjadi kalender pariwisata tahunan kembali digelar. Buktinya, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut)  menggelar pesta adat Tulude, Sabtu (3/2) di Desa Winuri Kecamatan Likupang Timur.
Pesta adat ini terlihat berkangsung semarak dan sangat unik karena memadukan adat budaya Nusa Utara dan Minahasa melalui penampilan para penari Kabasaran yang didatangkan dari desa-desa di Mapanget. Bukan itu saja para penari Kabasaran ini juga mengawal dan menjadi bagian dari tahapan acara.
Acara dimulai dengan iring-iringan para pembesar (pejabat daerah dan wilayah) yang dijemput  secara adat, usai penjemputan dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin oleh Ketua Jemaat setempat.
Selain itu, pemotongan Kue Tamo yang menjadi prosesi paling menarik dipandu oleh Tetua Adat Forgam Lumele. Sementara pemotongan diucapkan doa dan harapan-harapan kepada Tuhan Semesta Alam. Sebanyak 8 buah kue Tamo dengan bentuk kerucut dan dihias hasil bumi serta pernik bunga lainnya dipotong secara bergiliran oleh tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat lainnya.
Bupati Minut Vonnie Aneke Panambunan yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra Theodora Luntungan M.Si sangat mengapresiasi pelaksanaan Tulude ini.
“Di Tulude ini terkandung makna religius yang sangat dalam, karena banyak doa dan pengharapan dari seluruh warga masyarakat Minut terlebih khusus yang berasal dari Nusa Utara disampaikan secara bersama-sama. Upacara Tulude ini merupakan warisan luhur etnis Nusa Utara yang sangat penting untuk dilestarikan karena tak mungkin dihilangkan atau dihapus oleh generasi manapun,” tukas Luntungan.
Menurut Luntungan, Tulude bukan sekedar memperkaya khasana adat atau tradisi budaya, tetapi juga merupakan sarana bagi kita untuk terus berdoa kepada Tuhan. Tulude ini secara perlahan tapi pasti bukan hanya menjadi milik warga Nusa Utara, tetapi telah diterima sebagai tradisi budaya oleh warga Sulawesi Utara dan Indonesia. Dimana ada komunitas etnis Nusa Utara disitu akan digelar Tulude. Karena Tulude ini pada hakekatnya adalah ucapan syukur kepada Maung Ruata seng hondalange atas berkat-berkat selama setahun yang lalu.
“Oleh karenanya Pemkab Minut menyambut baik hajatan ini, agar masyarakat Nusa Utara di Minut dapat melestarikan tradisi ini. Karena ini boleh menjadi aset wisata sekaligus juga menjadi wadah menunjukan eksistensi warga Nusa Utara di Minut,” punkas Luntungan.
Hukum Tua Desa Winuri Sinta Kasso mengaku bersyukur dapat menyelenggarakan Pesta Adat Tulude ini.
“Saya bersyukur dan sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Minut melalui Disbudpar yang telah mempercayakan Desa Winuri untuk menjadi penyelenggara Tulude Kabupaten. Ini tentunya menjadi anugerah berharga bagi pemerintah desa dan warga,” tutur Kasso.
Dalam upacara pesta adat ini ditampilkan pagelaran Tarian Perang Kabasaran oleh sekira 25 penari, yang menceritakan bagaimana warga Minahasa berperang mempertahankan daerahnya demi kerukunan. Acara inipun dikawal oleh Ormas Adat.
Hadir dalam acara ini Ketua Dewan Minut Berty Kapojos, anggota dewan sekaligus ketua panitia Denny Sompie SE, Camat Liktim Donny Rondonuwu, Danramil Likupang 1310-03 Kapten Inf. Tonni Wurangian, Kapolsek Likupang Iptu Hendrik Rantung, tokoh masyarakat,tokoh adat dan tokoh masyarakat.(***)
 
Top