GuidePedia

Manadoinside.com, - Memperingati Harkitnas puluhan Aktivis Kitra Kembali menggelar Aksi menggugat Kebijakan pemerintah yang memarjinalkan TNI Polri dalam proses pembangunan, Sabtu (20/05/2018).

(ist) aksi Kitra gugah pemerintah

Meski bulan ramadhan,  aksi  kitra dimulai Jam 16.00 hingga jelang Adzan Magrib buka puasa.

walau sedang puasa,Aktivis Kitra tidak surut suarakan tuntutan Kenaikan Gaji TNI POLRI, spanduk bertuliskan tuntutan Kesejahteraan TNI Polri dipajang dibawah Flyover Urip Sumoharjo sambil orasi secara maraton dan bergantian oleh para Aktivis.


Koordinator Aksi  Kitra, Darlin dalam orasinya menegaskan, bahwa Gerakan Kitra merupakan agenda Kemanusiaan, Momentum Harkitnas harus dijadikan peringatan bagi pemerintah untuk menjaga dan merawat martabat kemanusiaan TNI POLRI beserta keluarga mereka dengan kecukupan Ekonomi.

"Salah satu konsekuensi Bangsa merdeka, Negara perlu mengeluarkan kebijakan yang paling krusial, yaitu mensejahterakan TNI POLRI, "Tukas  Darlin.

Darlin mengingatkan , jikalau  TNI Polri sebagai Rakyat sekaligus alat Negara saja Pemerintah tidak peduli nasib dan masa depannya maka  apalagi Ratusan Juta rakyat Indonesia.

"Untuk itu Pemerintah harus dipaksa berpihak Fokus pembangunan Manusia. Persatuan Indonesia sebagai Esensi kebangkitan hanya bisa dijaga dengan kesejahteraan TNI POLRI bukan dijaga dengan pamer kemegahan bangunan pemerintah dan Kemurahan hati Investor asing," sebut Darlin.


Olehnya Tuntutan  Kitra 50 Juta/perbulan Gaji TNI POLRI Adalah gerakan menjaga nikmat dan berkah  Kemerdekaan dan persatuan Indonesia. Darlin Menegaskan Kembali tuntutan Kitra.

"Semoga bulan Puasa ini Kami diberi kekuatan agar tetap konsisten menyuarakan dan menggalang dukungan rakyat semaksimal mungkin," pungkas Darlin.(AL)
 
Top