GuidePedia

Manadoinside.com, - Pemerintah terus berupaya melakukan percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

(Ist) Kementan Serahkan bantuan sapi

Menurut Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu, Darkam Musaddad, dengan Upsus Siwab, sapi dan kerbau betina produktif milik peternak yang sudah memasuki masa perkawinan harus segera dikawinkan, baik melalui sistem perkawinan Inseminasi Buatan (IB) maupun melalui Kawin Alam (KA).

"Sedangkan sapi betina yang sudah di IB 3 kali belum juga bunting atau sapi yang mengalami gangguan reproduksi, maka akan diobati dan disembuhkan," katanya ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/5/2018).

Darkam mengatakan, IB merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak.
Untuk lebih memantapkan program Upsus Siwab, maka BPTP Balitbangtan Bengkulu bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah dan Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Bengkulu, melaksanakan Sosialisasi Upsus Siwab, Sosialisasi Teknologi Kesehatan Ternak berbasis Android (Takesi) dan Pelayanan Terpadu (Yandu) di Desa Margo Mulyo Kecamatan Pondok Kubang.
Melalui Sosialisasi Upsus Siwab, maka program IB diharapkan akan lebih memasyarakat di kalangan peternak.
"Kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat sehingga diharapkan dapat meningkatkan populasi sapi dan pendapatan peternak sehingga menurunkan impor sapi dari luar negeri," kata Wahyuni Amelia Wulandari, penanggung jawab Upsus Siwab.
Tahun ini, capaian kinerja Upsus Siwab di Provinsi Bengkulu dari 1 Januari sampai April 2018  dari target akseptor 6.000 ekor telah tercapai 3.166 ekor, sementara IB sudah 3.271 sehingga realisasi IB sebesar 52,77 persen.
Untuk Kebuntingan target tahunan sebesar 4.200 ekor tercapai 1.819 ekor (43,31 persen). Sedangkan Kelahiran target tahunan sebesar 3.360 ekor tercapai kelahiran sebesar 791 ekor (23,54 persen).
Wahyuni mengatakan, tahun ini optimistis target IB, Bunting dan Lahir akan tercapai.
Teknologi Kesehatan Sapi berbasis android (Takesi juga disosialisasikan kepada peternak dan petugas Upsus Siwab.
Teknologi ini merupakan inovasi teknologi dari peneliti Balai Besar Veteriner (BB Litvet) di Bogor.
Melalui teknologi TAKESI petugas lapang atau peternak dapat mendownload aplikasi android kesehatan sapi BB Litvet.
Aplikasi ini memberikan informasi tentang gejala klinis, gambar hewan sakit dan cara penanganannya.
Selain itu, dengan menggunakan aplikasi ini peternak atau petugas dapat berkomunikasi dan berkonsultasi dengan dokter hewan setempat atau ahli.
Caranya adalah dengan mengunduh (download) di Google Play Store aplikasi TAKESI Badan Litbang Pertanian.(AL)
 
Top