GuidePedia

Suasana belajar mengajar di SLB N 1 Desa Salibabu
Manadoinside.com, Kondisi infrastruktur penunjang satu-satunya Sekolah Luar Biasa (SLB) yang terletak Desa Salibabu Utara Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud kini sangat memprihatinkan.

Pasalnya, minimnya sarana penunjang membuat sekolah buat anak berkebutuhan khusus ini membuta tenaga pengajar tak maksimal dalam melaksanakan fungsi edukasi (pendidikan), terhadap anak muridnya.

“Atas keinginan masyarakat yang ingin memiliki sekolah khusus untuk anak-anak yang berkebutuhan khususakhirnya SLB ini bisa dibangun, nmun sayangnya kondisinya sekarang memprihatinkan karena kurang mendapat perhatian pemerintah, ujar kepala Staf Tata Usaha  Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1, Talaud Farry Bee.

Kepala Staf Tata Usaha  Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1, Talaud Farry Bee.

Ia menambahkan, sejak di ajukananggaran pembangunan tahun 2014 dan terelisasi pada tahun 2016,melalui suntikan dana langsung dari APBN dan dukungan program Nawacita yaitu menjangkau masyarakat sampai diperbatasan NKRI. Kondisi SLB masih butuh perhatian serius dari pemerintah.

“Saat ini proses belajar mengalami kendala akibat  kekurangan fasilitas belajar seperti alat peraga khususuntuk ketrampilan, musik, dan olahraga.
Harapan kami kiranya pemerintah kabupaten kepulauan Talaud,Pemprov,  dan Pemerintah Pusat dapat memperhatikan kebutuhan siswa-siswa SLB di Talaud,” tukas Bee.  


Di sisi lain, tenaga pengajar dan letak bangunan sekolah yang susah dijangkau juga menjadi kendala tersendiri bagi siswa.

SLB Negeri 1 terletak di Desa Salibabu Utara Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud ini. Nah,letak bangunan sekolah SLB yang jauh dari pemukiman membuat siswa susah menjangkau, apalagi siswa-siwa SLB yang tinggal di luar desa Salibabu dengan jarak tempuh yang cukup jauh sehingga mereka sangat membutuhkan alat transportasi khusus seperti bus sekolah untuk siswa SLB,” tandasnya.
Selain itu, SLB juga kekurangan tim pengajar sehingga membuat pihak SLB N 1 Talaud membutuhkan tambahan guru pengajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Untuk tenaga pengajar tentunya di perlukan dana tambahan berupainsentif untuk tim pengajar yang masih berstatus pegawai honorer.


“Saat ini SLB hanya memiliki 6 orang staf pengajar 1 orang PNS selaku kepala sekolah dan dua orang THLPemprov dan tiga lainnya masih berstatus sebagai pegawai honorer,dua staf tata usaha, dan 19 siswa yang berasal dari KecamatanMoronge,  Salibabu,  Mangaran, dan Melonguane,” tutup Bee.(wati) 


 
Top