GuidePedia

Manadoinside.com, - Aksi unjuk rasa ahli waris Simon Tudus bersama sejumlah mahasiswa dan ormas adat Waraney menuntut pembayaran ganti rugi pihak Pertamina atas tanah Depot Pertamina Bitung.

(Manadoimside.com) suasana didepan depot Pertamina Bitung usai pembubaran paksa peserta aksi 

Orasi yang dimulai sejak pagi hari ini akhirnya berakhir ricuh. Upaya mahasiswa yang terus melakukan orasi dan mencoba maju berhadap hadapan dengan aparat kepolisian dari Polres Bitung membuat situasi bertambah tegang.

Ketegangan bertambah setelah orator aksi mencoba memprovokasi peserta aksi untuk mendobrak pagar depot Pertamina yang notabene adalah merupakan objek vital tersebut.

" Kami meminta pihak Pertamina untuk keluar. Jika tidak, maka lami semua yang akan masuk. Ayo kawan kawan maju tiga langkah gerak," teriak orator aksi.

Disaat peserta aksi unjuk rasa mulai bergerak maju dan semakin mendekati pagar depot Pertamina Bitung, aparat yang kemudian berjaga jaga merasa terjepit dan terdesak akhirnya membubarkan paksa aksi tersebut.

" Ini adalah objek vital dan wajib hukumnya dilindungi demi mengamankan kepentingan umum. Sudah banyak laporan masuk bahwa disejumlah wilayah di Sulut pasokan bbm mulai tersendat akibat aksi blokir ini," tegas Kapolres Bitung AKBP.Philemon Ginting,SIK yang sejak awal terlihat mencoba memediasi kedua pihak.(AL)
 
Top