GuidePedia

Manadoinside.com, - Kondisi Bangsa dan Negara yang semakin hari semakin terpuruk. Sumber-sumber Ekonomi hanya dikuasai oleh segelintir orang, ekonomi politik diatur oleh kaum oligarki yang secara pelan tapi pasti akan menghancur prinsip-prinsip demokrasi. Energi reformasi tidak lagi memiliki daya dorong terjadinya perubahan dan terwujudnya keadilan sosial, saat bersamaan aktivis 98 telah menjadi pongah dan bermetamorfosis menjadi kaki tangan kaum oligarki bahkan bermetamorfosis menjadi oligarki baru yang jahat. 


Dari situ diperlukan kesadaran bersama dari seluruh aktivis millenium untuk mengambil bagian dalam diskursus kebangsaan. 

Oleh karena itu, Gerakan Aktibis Milenium (Geram) mengajak seluruh aktivis milenium untuk hadir pada acara orasi bersama yang akan dilaksanakan di Hotel Aliyah Cikini, Jakarta pada , Rabu (6/6/2018).

" 60 Persen total pemilih pemula dan pemilih muda atau tidak kurang dari 100 juta kaum millenial yang akan menentukan sosok kepemimpinan politik nasional tahun 2019. Generasi millenial adalah generasi penentu perjalanan bangsa Indonesia. Artinya ketidak becusan pengelolaan negara akan membuat generasi kami menjadi korban dan petaka," jelas Razikin Juraid salah satu inisiator Geram lewat rilis yang dikirim ke redaksi media ini.

Ditambahkan Razikin, generasi millenial tidak sekedar data bonus demografi tanpa mampu dirumuskan dalam bentuk kebijakan yang konkret. Kami bukan sekedar angka apalagi sekedar follower/pengikut, tapi generasi milenial lah  yang akan menjadi penentu masa depan Indonesia.

" Karena itu, kami inisiator Gerakan Aktivis Milenium (GERAM) mengundang kawan-kawan berbagai  elemen untuk memberikan sumbangan pemikiran sebagai tanggung jawab generasi kita yang selama 20 tahun dibawah bayang-bayang aktivis 98," pungkasnya sembari menambahkan bahwa aksi ini dilakukan lintas perguruan tinggi.(AL)


 
Top