GuidePedia

Manadoinside.com, - Sekitar 300 Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Milenium (GERAM),  melaksanakan obrolan kebangsaan di kawasan Cikini Menteng Jakarta Pusat. Dalam kegiatan tersebut mereka secara serius mendiskusikan berbagai problem kebangsaan sekarang ini. GERAM juga mengkritik keras sikap aktivis 98 yang dianggap melupakan tuntutan pokok reformasi yaitu keadilan sosial, ekonomi politik, kelihatannya aktivis 98 menggeser isu mendasaar Indonesia yakni ketidakadilan ekonomi, politik dan hukum ke isu radikalisme dan intoleransi. Padahal menurut GERAM, bahwa radikalisme dan intoleransi bukan masalah pokok bangsa Indonesia.

(ist) aktuvis GERAM usai gelar dialog kebangsaan di Jakarta


Dalam obrolan tersebut, yang juga dihadiri oleh beberapa pentolan aktivis 98 sekaligus memberikan dukungan kepada GERAM untuk lebih berani tampil ambil bagian dalam menyelesaikan problem kebangsaan hari-hari ini.

Keadaan bangsa dan negara saat ini semakin terpuruk. Sumber-sumber Ekonomi hanya dikuasai oleh segelintir orang, politik diatur oleh oligarki yang setiap saat menjadi petaka bagi Indonesia.

Dalam konteks itu, GERAM akan terus melakukan kerja politik pengorganisasian, dalam rangka menyolidkan barisan aktivis millenial, karena porsi kekuatan gerakan aktivis Indonesia saat ini bertumpuh pada kekuatan kaum millenial. Generasi aktivis angkatan 2000 (dua ribu) sampai angkatan 2018, adalah generasi millenial yang memiliki karakter tersendiri yang sangat berbeda dengan aktivis pendahulunya (98).

(ist) suasana dualog kebangsaan aktivis GERAM di kawasan Cakini Jakarta

GERAM bahkan mengklaim bahwa suksesi kepemimpinan nasional 2019 akan ditentukan oleh kekuatan aktivis millenial, karena pemilih terbanyak pada saat pemilu 2019 (Pileg dan Pilpres) itu didominasi oleh suara kaum millenial, dalam hitungan GERAM, 60 persen total pemilih atau tidak kurang dari 100 juta pemilih millenial yang akan terlibat menentukan pilihan politiknya pada saat pemilu 2019.

Berangkat dari pembacaan politik tersebut, dalam waktu dekat, GERAM akan melakukan konsolidasi tiap kota propinsi di Indonesia, untuk melakukan urung rembuk, dengan slogan "aktivis 2000, 2000 aktivis". Ruang konsolidasi ini akan menjadi ruang sharing gagasan sekaligus sebagai medium bagi aktivis millenial untuk memeriksa proposal politik para calon pemimpin nasional.

"Dan rencananya konsolidasi tiap kota dan propinsi, ditargetkan akan melakukan konsolidasi besar- besaran aktivis millenial dengan target 200.000 (dua ratus ribu) aktivis 2000 (dua ribu) yang akan di pusat kan di Jakarta. Bagi GERAM, aktivis millenial adalah antitesa dari aktivis 98," jelas Razikin salah satu Inisiator Geram lewat rilis yang dikirim, Kamis (7/6/2018). (AL)


 
Top