Pasangan SGR-DeWo Deklarasikan Diri For Pilkada Minut 2020
Cari Berita

Advertisement

Pasangan SGR-DeWo Deklarasikan Diri For Pilkada Minut 2020

Rabu, 21 Agustus 2019

MINUT, Manadoinside.com - Tahapan Pilkada serentak baru akan digelar medio September 2019 nanti. Namun, pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati kabupaten Minahasa Utara mulai disosialisasikan.


Buktinya, sebagaimana terpantau dan telah tersebar di sosial media baik facebook maupun whatsapp Grup.  Pasangan bakal calon Bupati Shintya Gelly Rumumpe dan Wakil Bupati Denny R Wowiling telah tampil.


Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II PG, Drs Denny Wowiling saat dihubungi membenarkan adanya pentepan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati secara internal baik internal Partai Nasdem maupun Partai Golkar.


Menurut Dewo, sapaan akrabnya, apa yang dilakukan ini bagian dari pada menyukseskan program nasional yaitu Pilkada serentak. Serta menjalankan tahapan itu adalah bagian daripada realita normatif.


"Tentunya ini adalah bagian dari proses sosialisasi pengenalan dalam rangka meningkatkan elektabilitas serta tingkat sosialisasi di tengah-tengah masyarakat," katanya.


Lebih lanjut, dikatan proses ini mengalir sesuai dengan kehendak yang empunya keputusan.

Apa yang terjadi saat ini bagian dari demokrasi dimana sebagai anak bangsa, perhelatan akbar Pilkada  yang akan digelar 2020 mendatang sudah disikapi.


"Tujuan dari sosialisasi ini bagian dari cara kita untuk menawaran ide, konsep dan gagasan kepada masyarakat, sebab melalui sosialisasi ini kami ingin menawarkan diri kepada masyarakat agar lami bisa dibeli di bulan september 2020 mendatang di TPS. Alat tukarnya apa tentu suara rakyat, jangan lagi berharap kandidat yang akan membeli suara rakyat sebab konotasinya itu akan menjadi negatif. Ini mungkin konsep yang berat namun haua dilakukan untuk Minut yang bermartabat," beber Dewo.


Karenanya, sebagai warga negara yang baik dan sudah mendedikasikan diri serta bagian dari pembentukan kabupaten Minut tentunya sosialisasi ini adalah amanat.


"Kalau memang diberikan kepercayaan oleh Tuhan dan rakyat. Tidak ada yang bisa menolak. Demikian juga sebaliknya, jika tidak diberikan amanat warga dan dikehendaki yang maha kuasa, jangan memaksakan diri. Karena itu bukan milik kita tapi milik rakyat," pungkas Dewo.(ayi)