Promosi Terbuka Jabatan Tinggi Pratama Segera Dibuka di Minut
Cari Berita

Advertisement

Promosi Terbuka Jabatan Tinggi Pratama Segera Dibuka di Minut

Selasa, 20 Agustus 2019

Plt kepala BKPP Stevie Watupongoh
MINUT, Manadoinside.com,  Kesempatan emas terbuka bagi pejabat esellon III di jajaran Pemkab Minut untuk bisa merasakan empuknya kursi menjadi pejabat esellon II.

Setidaknya saat ini, di lingkungan Pemkab Minut ada delapan posisi Jabatan Tinggi Pratama yang kosong dan sementara diisi oleh Plt.


Nah, bila tak ada aral melintang dalam waktu dekat lelang Jabatan Tinggi Pratama secara terbuka sudah akan dimulai dalam kurun waktu dekat ini.


Menurut, Plt Kaban BKPP, Stevie Watupongoh, surat rekomendasi tim panitia seleksi (Pansel), dari Komisioner Aparatur Sipil Negara (KASN), sudah ada tinggal ditindaklanjuti ke Bupati Vonnie Anneke Panambunan STh.


"Jadi rekomendasi KASN sudah ada, dan tiga dari lima anggota tim pansel sudah siap untuk di buka namun yang dua anggota belum ada konfirmasi, tapi dalam waktu dekat ini pasti sudah akan di buka," kata Watupongoh.


Data yang dirangkum wartawan media ini delapan jabatan kosong dan sedang dijabat Plt masing-masing adalah Plt kepala BKPP, Plt Kadis Keuangan Petrus Macarau, Plt Kadis Sosial dan PMD, Bobby Najoan, Plt Kadis Pedidikan Bernadeth Longdong, Plt Capil Arnolus Daud Wolajan, Plt Dinas Pariwisata Audi Sambul, Plt PTSP Jack Paruntu.


"Teknisnya open bidding (promosi terbuka) asistmant sudah dilaksanakan sekarang tinggal proses lelang jabatan alupansel," ujar Watupongoh.


Labih lanjut, dijelaskan masing-masing pejabat bisa melamar pada tiga jabatan yang tersedia. Khusus untuk pejabat yng mengikuti promosi terbuka ini wajib mendapat rekomendasi Bupati.


"Finalnya semua pejabat yang mengikuti promosi terbuka nama-namanya akan diajukam ke bupati dengan formasi setiap jabatan akan diajukan tiga nama dan bupati yang menentukan satu nama.


Namun, dari ketiga nama yang sudah disetujui bupati dokumenya tetap harus diusulkan ke KASN nanti dari KASN dan dikembalikan baru bisa dilakukan pelntikan," pungkas Watupongoh.(ayi)