PBB, PKPI dan Gerindra: Surat Kesepakatan Fraksi Klabat Sah
Cari Berita

Advertisement

PBB, PKPI dan Gerindra: Surat Kesepakatan Fraksi Klabat Sah

Kamis, 19 September 2019

Kika: Azhar dan Denni Sompie
MINUT – Kontroversi fraksi Klabat yang terbentuk atas kesepakatan bersama enam partai politik (Parpol) pemilik kursi di DPRD Minahasa Utara, (Minut) periode 2019-2024 kian menarik diikuti.



Pasalnya, satu dari enam pimpinan Parpol yang bertanda tangan yang juga anggota DPRD Minut, Azhar SE, sekaligus ketua DPC PBB Kabupaten Minut angkat bicara dan menepis tudingan miring atas kesepakatan yang dilakukan bersama enam pimpinan Parpol untuk membentuk fraksi Klabat sebagai komitmen yang illegakl alias tidak sah.


Surat kesepakatan enam parpol membentuk Fraksi Klabat di DPRD Minut

“Pertama selain kita yang bersepakat didalam fraksi Klabat itu tak boleh ada pihak luar yang boleh menilai kesepakatan kami itu sah atau tidak,” tegas Azhar.



Ia melanjutkan, bahwa dalam kesepakatan tersebut jelas-jelas ada oknum yang bertanda-tangan, berarti oknum dalam hal ini orangnya ada dan dibuat secara sadar tanpa ada unsur paksaan.


Surat Komposisi Fraksi Klabat yang terdiri Ketua, Sekretaris dan Bendhara

Kemudian sisi administratifnya menggunakan materai 6000 plus cap basah dari masing-masing Parpol sebagai bukti pihak terkait juga sah, sekarang dimana letak tidak sahnya?.



“Masa hanya karena pimpinan PAN, Perindo, dan Hanura menarik diri dari kesepakatan dari fraksi Klabat kemudian kami yang sebelumnya telah sepakat membentuk fraksi Klabat dituding menjadi tidak sah.


Tanda terima atas surat nama-nama anggota dewan yang dimasukkan ke Setwan

Kalau seperti itu, berarti kita bawah saja bukti kesepakatan kita itu ke Polri dan meminta aparat hukum untuk diperiksa secara forensik guna pembuktian agar ada kejelasan,” tantang Azhar, seraya meminta agar pihak luar tidak ikut campur dalam persoalan internal di fraksi Klabat.



Azhar juga dengan lantang mengancam akan melakukan upaya hukum untuk me-somasi terhadap pihak-pihak yang dinilai melecehkan kesepakatan enam Parpol membentuk fraksi Klabat di DPRD Minut.



“Saya tegaskan disini, (kepada wartawan,red), bahwa saya tidak main-main untuk melakukan upaya hukum untuk menuntut jika ada pihak-pihak yang mengkerdilkan atau melecehkan kesepakatan kami di fraksi Klabat dengan mengatakan surat kesepakatan kami itu adalah surat kaleng dan hanya dibuat di leput,” tandasnya dengan nada tinggi.  



Senada, Ketua DPK PKPI Kabupaten Minahasa Utara, Denny Sompie, mengatakan bahwa surat kepekatan bersama itu sudah sah berdasarkan kesepakatan ketua-ketua Parpol.





Jika kemudian sekarang ada pernyataan keluar dari koalisi gabungan parpol di fraksi Klabat oleh pimpinan PAN, Perindo dan Hanura itu tidak menjadi soal namun itu mengamini eksistensi atas terbentuknya fraksi Klabat.



“Dorang (mereka,red) dari PAN, Perindo dan Partai Hanura yang menyatakan keluar dari kesepakatan di fraksi Klabat bagi kami tak ada masalah. Akan  tetapi ingat surat yang ditandatangani dan disetujui oleh ketua-ketua Parpol dan di cap di atas materai 6000 jika mau pindah silahkan pindah tapi ada sanksi administratif berupa denda materil sesuai kesepakatan,” ingat Densom, sapaan akrabnya.  



Lebih jauh, Densom merunut bahwa surat berupa nama-nama enam Parpol yang bersepakat membentuk fraksi Klabat ke Sekretariat Dewan (Setwan), berdasarkan tanda terima surat masuk tertanggal 12 September 2019 diterima staf Setwan atas nama Felda H Wingkan SE.



“Jadi surat masuk nama-nama enam anggota Dewan untuk fraksi Klabat masukkan bersama bukti kesepakatan dan komposisi ketua, wakil ketua dan sekretaris fraksi Klabat.



Dan itu memang untuk menjawab surat yang dikeluarkan Setwan dimana isi surat itu meminta agar pimpinan Parpol memasukkan nama-nama angota dewan untuk didistribusikan ke fraksi dan itu sudah sesuai dengan kesepakatan kami membentuk fraksi Klabat yang ditanda-tangani dan di cap basah oleh pimpinan-pimpinan Parpol yang masing-masing sudah bertanda (gambar terlampir), jadi dimana letak tidak legalnya,” pungkas Sompie.(ayi)