PD, PBB dan PAN ‘Dirayu” Ikut Koalisi 'Pemerintah' Di Minut
Cari Berita

Advertisement

PD, PBB dan PAN ‘Dirayu” Ikut Koalisi 'Pemerintah' Di Minut

Kamis, 12 September 2019

DELON: Saya Optimis Mereka Bersama PDIP 

Stendy Rondonuwu (atas), Denny wowiling (bawah) Denny Lolong (kanan).
MINUT – Tak mau gigit jari dalam perebutan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), koalisasi Partai pemerintah yang terdiri dari Partai Nasdem, Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa di Minahasa Utara (Minut) melakukan manuver politik dengan merayu sejumlah partai di kubuh seberang.

Informasi yang dirangkum wartawan media ini diam-diam, pimpinan-pimpinan Partai Politik, koalisasi Nasdem, PG dan PKB, Rabu (11/9) malam telah melakukan pertemuan di rumah salah satu pimpinan Parpol pemilik 4 kursi di DPRD untuk mendapatkan dukungan dalam perebutan AKD.

Menurut Ketua DPD II PG Minut Drs Denny Ronni Wowiling Msi, yang dihubungi via HP selular, berkelit soal adanya pertemuan yang melibatkan ketua, PD, PBB, dan PAN di rumah SR, seputaran Kalawat mereka masih bekerja untuk mendapatkan dukungan dari Parpol lain.

“Posisi sekarang masih super kerja keras untuk hasilnya,” tulis Dewo, sapaan akrabnya via What Up, tanpa mengkonfirmasi soal pertemuan yang digelar untuk melakukan koalisi memperebutkan AKD.

Meski begitu ketua DPC PKB Minut, Hi Sarhan Antili tak menampik soal adanya pertemuan bersama koalisi mereka untuk membicarakan terkait pertarungan perebutan AKD di DPRD. Saat ditanya, apakah sudah ada hasil terkait pertemuan dengan koalisi partai untuk mendapatkan dukungan di perebutan AKD Antili menjawab belum.

“Belum masih sementara,” tulis Antili via whats up kepada wartawan tadi malam.

Ketua DPC PD Minut Stendy Rondonuwu kepada awak media usai melakukan rapat perdana dengan pimpinan DPRD menegaskan bahwa kesepakatan antara mereka dan PDIP itu kapan saja dapat berubah karena belum adanya penetapan.

“Yah inikan lembaga politik, soal kesepakatan kita dengan PDIP dan gabungan partai masih berpeluang untuk berubah, dan saat ini kita bersepakat untuk bersama-sama soal kedepanya seperti apa kita lihat saja nanti,” ujar Rondunuwu.

Koalisi Nasdem, PG dan PKB yang berjumlah 10 kursi, kuat dugaan memberikan tawaran ‘seksi’ bagi PD pemilik 4 kursi, PBB 1 kursi maupun PAN 1 kursi jika mau bergabung dengan memberikan tawaran posisi struktur ketua, wakil ketua dan sekretaris komisi di salah satu Komisi dalam perebutan AKD di DPRD nanti.

Dengan begitu, gabungan koalisasi Nasdem, PG, dan PKB jika mereka bergabung bertambah kekuatanya menjadi 16 kursi dari total 30 kursi di DPRD. Terkait adanya pertemuan koalisasi itu, menjadi tanda awas bagi partai berlambang Banteng Moncong Putih untuk berhati-hati jika tak ingin kecolongan mendominasi AKD di DPRD Minut.

Di sisi lain, pertemuan tersebut juga menandakan rapuhnya bangunan koalisi yang dibuat fraksi PDIP, PD, dan Klabat yang terancam runtuh sebelum berdiri tegak. Sebab, proses koalisasi dan pembentukan fraksi-fraksi harus melalui penetapan dalam rapat sidang paripurna di DPRD Minut.

“Kalau kami di PDIP tidak masalah, sebab proses penetapan fraksi memang belum ada, sehingga jika ada partai yang masih ingin melakukan loby dan manuver untuk bergabung dengan partai A atau B itu tidak masalah,” ujar ketua DPC PDIP Denny Lolong.

Ia menambahkan, tujuan menyapu bersih AKD di DPRD sejatinya untuk kemaslahatan masyarakat Minut agar supaya kontrol legislatif terhadap eksekutif dalam menjalankan program pemerintah itu benar-benar ada.

“Kami memang dari parpol tapi setelah duduk di dewan ini kita ini penyelenggara pemerintah daerah bersama eksekutif, dan kami juga menjadi milik seluruh warga Minut bukan kelompok maupuan parpol tertentu. Koalisi inikan hanya untuk memenuhi ketentuan undang-undang dan tatib, agar supaya proses demokrasi dalam pemerintahan dapat berjalan sesuai aturan. Tapi saya optimia, partai demokrat dan gabungan partai di DPRD Minut ada bersama kami,” pungkas Delon.(ayi)