Tembus 46 Negara, Kementan Apresiasi Ekspor Sulut
Cari Berita

Advertisement

Tembus 46 Negara, Kementan Apresiasi Ekspor Sulut

Sabtu, 21 September 2019

Kepala Badan Karantina Ali Jamil PhD didampingi Direktur PT Royal Coconut Azhar SE, di Airmadidi Minut Sulawesi Utara
MINUT --  Setelah kemarin di Sultra, Kementerian Pertanian lewat Badan Karantina Pertanian (Barantan), kembali apresiasi petani dan pelaku usaha agri bisnis di Sulawesi Utara (Sulut).

Pasalnya pencapaian ekspor komoditas pertanian dari Sulawesi Utara naik drastis.


"Tahun lalu hanya sekitar Rp. 106,7 milyar, sedangkan sampai bulan ini sudah mencapai sekitar Rp. 1 triliun," kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian saat melepas 6 komoditas pertanian dari Sulut senilai Rp. 19 milyar ke mancanegara di Pelabuhan Bitung (20/9).


Apresiasi tersebut diwujudkan dalam berbagai kemudahan layanan perkarantinaan bahkan sistem jemput bola, melalui layanan pemeriksaan di tempat pemilik.


Selain itu, ia juga mengajak kepada para pelaku industri agar membagi hasil keuntungannya sebagian untuk petani agar petani juga bisa meningkatkan kualitas hasilnya.

"Kita bangun terus, perbaikai dan pertahankan 3K, kualitas, kuantitas dan kontinuitas," ungkap Jamil.

Sedangkan apresiasi berupa bantuan baik benih maupun teknologi ia bekerjasama dengan semua instansi di lingkup Kementerian Pertanian agar bahu membahu memberikan dorongan baik ditingkat petani maupun pengusaha.


Ia menyampaikan jika membutuhkan bantuan silahkan diaampaikan, nanti pihaknya akan membantu mendorong hingga ke tingkat kementerian.


Menurut Junaidi, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado menambahkan, ekspor komoditas pertanian yang disertifikasi karantina melalui lima wilayah kerjanya yaitu Bandara Internasional Sam Ratulangi, Pelabuan Manado, Bitung, Tahuma dan Malongguane pada tahun 2019 sampai dengan bulan September tercatat sebanyak 477 ribu ton dengan tujuan ke 46 negara.

Ekspor tersebut mencakup 30 jenis komoditas yang nilainya mencapai Rp. 1 triliun.

Angka tersebut jauh dibandingkan tahun 2018 yang menurut Junaidi hanya sebanyak Rp. 106,7 milyar.

Sedangkam pada kesempatan tersebut Jamil melepas ekspor komoditas asal Sulut sebanyak 6.947 ton atau senilai Rp. 19,4 milyar. Yang terdiri dari komoditas tempurung kelapa, fully, kopra expeller, cengkeh dan nutmeg (biji pala).

"Semua hambatan kita dorong bersama, selesaikan bareng-bareng ini kepentingan nasional ko, laporkan ya kalau ada kendala apa," tegasnya.

Ekspor tersebut dikirim ke 13 negara mitra dagang diantaranya seperti Rusia, Jerman, UK, Australia, Hongkong, India, New Zealand, China dan Belanda.


Sesuai arahan presiden, program peningkatan investasi dibidang pertanian terus didorong peningkatannya.

Kementan sendiri lewat Barantan pada Rabu, 18 September lalu mengundang tidak kurang dari 172 calon investor, khusuanya dibidang fumigasi, kemasan kayu, rumah walet dan pemrosesan sarang walet agar menambah investasinya.

Barantan berjanji memberikan kemudahan dalam berbagai bidang untuk meningkatkan inveatasi dan ekspor dibidang tersebut.


Menurut Jamil, setidaknya ada lima kebijakan yang saat ini sedang dijalankan. Diantaranya proses layanan yang melalui _online single submission_ atau disingkat OSS, layanan informasi peta komodutas pertanian ekapor iMace, inovasi _health and phytosanitary certificate_ atau e-Cert, layanan _in line inspection_ dan program pelatihan bagi calon eksportir milenial melalui Agro Gemilang.

"Jika ada kendala lintas kementerian arau instansi segera kita selesikan, bisa lewat fgd-fgd atau koordinasi langsung," pungkas Jamil.(***)