NPHD Capai Rp40 M, Penyelenggara Pilkada Diingatkan Transparan Dengan Pilkada Minut
Cari Berita

Advertisement

NPHD Capai Rp40 M, Penyelenggara Pilkada Diingatkan Transparan Dengan Pilkada Minut

Selasa, 29 Oktober 2019

Husen Tuahuns

MINUT -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) diingatkan agar menjaga asas transparansi menghadapi proses penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah yang akan dihelat 2020 nanti.

Menurut Husen Tuahuns, salah satu tokoh masyarakat Minut yang konsern dengan demokrasi di Bumi Klabat, anggaran pada gelaran pesta demokrasi Pilkada yang diplot sekira Rp40 Miliar yang tertuang dalam Naskah Perjanjian Hiba Daerah (NPHD) yang ditanda-tangani-bersana Bupati dan Komisioner KPU Kabupaten Minut bukan dana yang sedikit.

Seyogyanya alokasi dana yang besar itu diganjar oleh penyelengara Pilkada dengan hasil dan kualitas demokrasi Pilkada yang bermutu, bersama produk pemimpin Minut 5 tahun kedepan yang benar-benar handal dan diinginkan oleh masyarakat.

"Catat. Jika ada penyelenggara pemilu yang coba-coba ingin mencederai demokrasi di Minut. Saya atas nama pribadi mendesak aparat terkait dalam hal ini kejaksaan untuk menangkap pihak-pihak terkait.

Apalagi, dengan dilantiknya Jaksa Agung yang baru diharapkan akan membawa dampak terhadap kinerja para penyelenggara pemerintahan dan pejabat negara tidak terkecuali komisioner KPU dan Bawaslu," tukas Tuahuns.

Ia menambahkan, transparansi yang dilakukan penyelenggara itu dapat dilakukan dengan digelarnya kegiatan tahapan Pilkada yang juga mampu tersoaialisasikan ke publik.

Nah, soaialisasi ini sangat penting dilakukan apalagi semua masyarakat memang membutuhkn informasi atas setiap tahapan yang dilakukan pihak penyelenggara.

"Asas transparansi itu sederhana, sebab setiap kegiatan yang dilakukan bisa terpublikasi dan sampai pada masyarakat itu sudah cukup sehingga disisi pemanfaatan anggaran bisa terlaksana sehingga tidak terjadi temuan fiktif," tutur Tuahuns seraya menyentil LPJ komisioner sebelumnya yang sempat bermasalah.

Meski begitu, Tuhans percaya bahwa marwah penyelenggara Pilkada akan tetap terjaga dengan kehadiran dua komisioner yang lahir dari rahim LSM dan Jurnalis.

"Saya berharap semangat yang dimiliki komisioner Hendra Samuel yang lahir dari rahim wartawan dan Darul Halim akan mampu menjaga marwah KPU sebagai penyelenggara Pilkada termasuk teman-teman Komisioner lainnya," pungkas Tuahuns.(ayi)