Di HUT Kabupaten Ke-16, Carry Mumbunan Bertekad Majukan Bumi Klabat
Cari Berita

Advertisement

Di HUT Kabupaten Ke-16, Carry Mumbunan Bertekad Majukan Bumi Klabat

Kamis, 21 November 2019

Carry Mumbunan (kemeja panjang putih) dan Ramoy Markus Luntungan (RML)


MINUT — Untuk membangun Minahasa Utara agar apa yang di cita-citakan oleh para pendiri Kabupaten yang memekarkan diri 16 tahun lalu segera terwujud. Membuat Carry Mumbunan ikut kontestasi Pilkada pada 2020 mendatang semakin kuat.

Diakui Mumbunan Untuk  merebut simpati dan Memenangkan hati 162.495 pemilih yang tersebar di 10 Kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara bukan merupakan hal yang mudah.


Apalagi ada 82.003 pria dan 80.492 perempuan dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Januari 2019 ini diperlukan strategi khusus untuk merebut kepercayaan konstituen yang ada di Kabupaten yang kini sudah berusia ke-16 tahun


Kabupaten yang relatif masih seumur jagung, namun memiliki potensi besar untuk berkembang maju karena kekayaan alam dan lokasi yang strategis.

Putra Tonsea Dr Ir Carry Mumbunan yang dikenal dengan jargon Manjo
Beking Minut Lebe Bagus ini tak kenal lelah meminta pendapat ataupun berdiskusi dengan berbagai lapisan masyarakat di Minahasa Utara untuk mendapatkan gambaran wilayah sembari ikut mencari pemimpin Minut yang ideal untuk menjawab tantangan kedepan.

Setelah pertemuan dengan mantan Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA, kemudian dengan salah satu kandidat yang digadang-gadang akan majuBdalam Pilbup Minut Kepala BadanPertanahan Nasional Kabupaten Minahasa Utara Sammy Dondokambey dan Asisten III yang juga Wakil Ketua PKB Sinode GMIM Drs Rivino Dondokambey Carry juga berdiskusi dengan sejumlah masyarakat di Pulau Mantehage dan Kema untuk menangkap permasalahan
dan harapan riil di lapangan.

“Kali ini Putra Tonsea ini berdiskusi tentang Minahasa Utara dengan Tokoh Tonsea yang pengalaman pemerintahan dan kepemimpinannya telah teruji Bapak Ramoy Markus
Luntungan saat keduanya bertemu di Gedung Lemhanas Jakarta.


RML julukan akrabnya yang baru saja berhari ulang tahun 19 November
kemarin nampak antusias dengan Anak Pal Tunjung Airmadidi yang mempunyai komitmen tinggi ingin memajukan Kabupaten Minahasa Utara, dari hal besar sampai yang terkecil tidak luput dari pembahasan kedua tokoh yang ternyata murni ingin meningkatkan taraf hidup warga Minut tanpa embel-embel lainnya,” tutur aktivis muda Minut William Luntungan.


Hampir 2 jam RML dan CM mengupas apa yang harus dilakukan untuk membangun Minut agar apa yang di cita-citakan oleh para pendiri Kabupaten ini dengan memekarkan diri 16 tahun lalu segera terwujud.

“Banyak kesamaan cara pandang keduanya dalam mengedepankan pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat Minut, mengangkat potensi Minut dan menawarkan kepemimpinan yang berubah dan berbuah.

"Saya merasa bertanggung jawab untuk melanjutkan impian besar almarhumah Kakak saya Elda Mumbunan (tokoh pemekaran Minahasa Utara) agar Minut menjadi barometer keberhasilan dibanding dengan daerah lain yang baru dimekarkan.

Banyak masukan dan pemikiran  Pak Ramoy sebagai mantan birokrat andal bagaimana membangun Minut yang kaya dengan sumber daya alamnya agar bisa dikelola dengan baik.

"Masih banyak tokoh dan sesepuh diMinahasa Utara yang perlu saya temui
dilapangan untuk mendapatkan lebih banyak masukan, namun dari diskusi
panjang dengan pak Ramoy saya jadi memahami konsep kepemimpinan yang
beliau dengungkan yaitu kepemimpinan yang berubah dan berbuah.

Kepemimpinan yang memiliki harapan perubahan dan memberi hasil positif
untuk masyarakat, itu sebuah ajakan kepada semua elemen masyarakat untuk bersama merubah Minut menjadi lebe bagus, jadi kami itu sejalan,terima kasih untuk orang-orang hebat yang sudah mau memberi bertemu dan berdiskusi tentang Minut,” ujar Mmbunan seraya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke16 untuk seluruh warga Minut.(ayi)