Evaluasi DD-ADD 2019, Bupati Instruksikan Kades Prioritas Program JHT Dan RTLH
Cari Berita

Advertisement

Evaluasi DD-ADD 2019, Bupati Instruksikan Kades Prioritas Program JHT Dan RTLH

Kamis, 28 November 2019

Bupati Sehan Landjar SH saat menyampaikan sambutan salam Kunker evaluasi dana desa dan alokasi dana desa di kecamatan Modayag Barat


BOLTIM -- Monitoring dan evaluasi terhadap realisasi dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD), Bupati Sehan Landjar SH bersama Wakil Bupati, Rusdi Gumalngit dan Tim melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kecamatan Modayag Barat.

Dalam Kunker yang kelima kalinya di Bongkuday Barat ini Bupati dan Wakil Bupati, yang melakukan evaluasi penggunàan DD dan ADD, Rabu (27/11) 2019 dilaksanakan bertempat di Aula Kantor Camat Modayag Barat.

Bupati Sehan Landjar dalam sambutanya menyampaikan sejumlah program Pemkab yang menjadi prioritas diantaranya, Jaminan Hari Tua (JHT), Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH), Beasiswa untuk mahasiswa Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

"Terkait RTLH, seluruh Kepala Desa (Kades) harus memprioritaskan kepada masyarakat yang sudah lanjut usia yang belum memiliki tanah dan rumah itu yang harus di utamakan.

Untuk beasiswa Bupati meminta kepada para Kades agar segera melakukan pendataan putra-putri Boltim yang sedang melanjutkan ke perguruan tinggi dan jangan khawatir lagi karena di tahun depan akan dibiayai sama pemerintah Daerah," ungkap Bupati Landjar.


Menariknya, untuk program yang hanya ada di Boltim yaitu JHT, Bupati menegaskan akan diberikan realisasinya dalam waktu dekat ini.

"Nah JHT inikan hanya ada di Boltim bila tak ada aral melintang realisainya akan diserahkan pekan depan kepada orang-orang tua kita dan untuk tahun depan (2020) akan dikirimkan pada bulan April nanti saat Idul Fitri," tukasnya.

Di sisi lain terkait pengelolaan aset Daerah, selaku Pemerintah Desa (Pemdes), diingatkan untuk cerdas memanfaatkan dan harus mengelola aset Pemda yang ada di Desa itu sendiri, dengan tujuan untuk membangkitkan perekonomian Desa.

"Pemerintah daerah, akan selalu mendukung langkah-langkah inovatif yang di lakukan Pemdes untuk menggali potensi unggulan yang ada di Desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Contoh, wisata permandian air panas yang ada di desa Bongkudai Barat. Saya mempersilahkan untuk di kelolah oleh Desa melalui Bumdes, itu adalah aset Pemda nanti saya akan berikan kewenangan melalui Surat Keputusan tentang pengalihan aset, tempat wisata, itu akan berkembang apa bila di kelola Desa melalui Bumdes," tuturnya.

Soal pengalihan aset permandian air oanas langaung diaambut poaitif Sangadi Bongkudai Barat, Hasmi Tololiu.

Di hadapan Bupati, Ia menyampaikan harapan agar tempat pemandian air panas yang berada di desa yang dipimpin seceoatnya di kelola Desa melalui Bumdes.

"Kami di desa ausah sangat siap untuk mengelola lokasi permandian air panas secara profesional dan transparan. Ini murni harapan seluruh masyarakat Bongkudai Barat. Kami berharap bisa di serahkan seceoarbya ke desa untuk pengelolaannya," tutup Hasmi (yudi*)