Keseriusan Pemerintah Republik Indonesia dalam membangun Papua
Cari Berita

Advertisement

Keseriusan Pemerintah Republik Indonesia dalam membangun Papua

Jumat, 29 November 2019

Infrastruktur yang dibangun di Papua


TELAH ketahui bersama bahwa rasa persaudaran dan kesadaran kebangsaan sebagai warga negara harus senantiasa kita jaga, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

Yang adalah bagian teritori NKRI, perlu disadari betul bahwa tidak ada Pemerintahan yang sempurna, tapi setidaknya bisa melihat betapa Pemerintah sekarang sudah begitu luar biasa dalamberusaha memajukan Negara ini di segala lini.

Kewajiban membangun Negeri ini bukan hanya merupakan tanggung jawab Pemerintah, tapi tugas kita bersama untuk mengisi kemerdekaan ini yang merupakan wujud salah satu bentuk penghormatan terhadap jasa para Pahlawan pendahulu.

Seperti bisa disaksikan di Provinsi paling timur Negara ini yaitu Provinsi Papua dan Papua Barat adalah merupakan Provinsi mendapat perhatian khusus dari Presiden Jokowi, Pembangunan jalan Trans Papua, pembangunan Jembatan Youtefa yang telah diresmikan oleh Persiden Joko Widodo pada tanggal 28 Oktober 2019 merupakan salah satu usaha pemerintah dalam rangka pemerataan pembangunan.

Jembatan Youtefa bukan hanya sekedar simbol-simbol persatuan Bangsa, tapi juga simbol betapa pentingnya Provinsi Papua di mata Pemerintah.

Di sektor pendidikan pemerintah juga sudah mencanangkan akan membangun Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN), dengan adanya Asrama ini diharapkan dapat memberi kenyamanan kepada mahasiswa dari seluruh wilayah NKRI dalam menuntut ilmu dan sejak dini telah membina persaudaraan diantara perbedaan suku, bahasa, agama sehingga dapat saling bahu membahu dan bekerja sama serta lebih bisa untuk fokus dalam belajar.

Hal seperti ini patut didukung dan turut untuk mensukseskan program-program pemerintah.

Sampai saat ini tercatat 13 kali Presiden Jokowi mengunjungi Papua, ini menunjukan betapa pemerintah sudah sangat memberi perhatian yang luar biasa.

Berikut pembangunan infrastruktur yang difokuskan oleh Presiden Jokowi : 1. Jalan Trans Papua. Jalan trans Papua terbentang sepanjang 4.330,07 kilometer yang menghubungkan provinsi Papua Barat, Pembangunan infrastruktur ini menjadi fokus pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Papua, mengurangi kesenjangan pendapatan serta mengurangi tingginya harga di masing-masing wilayah.

Pengerjaannya terbagi dalam dua provinsi, yakni di Papua Barat sepanjang 1.070,62 Km, dan di Papua dengan panjang total 3.259,46 Km. Pembangunan jalan ini telah diresmikan pada 2018 lalu.

2. Jembatan Panjang Hamadi-Holtekam. Jembatan ini selain di disain sebagai tujuan wisata juga merupakan perlintasan Kota Jayapura menjadi pintu gerbang yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Papua Nugini. Presiden Jokowi, berharap jembatan ini akan menumbuhkan titik perekonomian baru di Jayapura dan sekitarnya karena dapat memperpendek jarak antara kota Jayapura dan Skouw hingga memangkas waktu separuhnya dari 2,5 jam menjadi 1 jam. Pembangunan jembatan ini diresmikan pada Juli 2019.

3. Infrastruktur Kelistrikan di Papua dan Papua Barat. Presiden Joko Widodo juga membangun enam infrastruktur yang telah diresmikan pada Oktober 2016 lalu. Antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Orya Genyem 2x10 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro Prafi 2x1 25 MW, Saluran Udara Tegangan Tinggi 70 kilovolt Genyem-Waena-Jayapura sepanjang 174,6 kilo meter sirkit, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kilo Volt Holtekamp-Jayapura sepanjang 43,4 kilo meter sirkit, Gardu Induk Waena-Sentani 20 Megavolt Ampere dan Gardu Induk Jayapura 20 Megavolt Ampere.

4. Bandara Sentani. Terletak di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, kurang lebih 40 km dari pusat Kota Jayapura. Sebelumnya bandara ini merupakan bandara kelas I yang akhirnya dilakukan pembenahan terhadap beberapa fasilitas seperti memperpanjang runway, memperluas lahan parkir, apron, dll. untuk menunjang target menjadi bandara Internasional yang telah diresmikan pada 2017 lalu.


5. Pembangunan Jalan Perbatasan Indonesia - Papua Nugini Pembangunan jalan di perbatasan ini merupakan rencana Presiden Jokowi, dan saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan pembangunan jalan perbatasan Indonesia - Papua Nugini dari Merauke hingga Jayapura di Provinsi Papua sepanjang 1.098. Tantangan dalam pembangunan jalan perbatasan di Papua adalah kondisi alam yang masih berupa hutan, pegunungan dan terbatasnya material konstruksi.

Direncanakan perbatasan ini akan rampung pada akhir tahun 2019 mendatang. Kemerdekaan yang sudah diraih oleh Para Pahlawan yang sudah mengorbankan segenap jiwa raga nya, semestinya kita sebagai penerus bangsa ini meneruskan cita cita para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan ini, berjuang di bidang masing dengan penuh tanggung jawab.


Para pemuda yang masih berada di bangku sekolah dan perkuliahan bisa mengisi kemerdekaan ini dengan lebih bersemangat dalam belajar, untuk meraih cita cita, karena nasib dan masadepan Bangsa ini berada di pundak para pemuda - pemudi, meningkatkan kwalitas diri secara tidak langsung adalah meningkatkan kwalitas negeri.


 Sebagai penutup, Penulis ingin mengajak ke seluruh warga negara Republik Indonesia, terlebih para pemuda-pemudi dan terutama orang asli Papua untuk bersama-sama membangun bangsa ini dalam bingkai NKRI, karena di tangan pemuda-pemudi penerus bangsa inilah masa depan Negeri kita berada, perkuat Persatuan dan Kesatuan Majulah Papua Jayalah Selalu Indonesia Tercinta.(***)