Tak Kunjung Selesai Sejumlah Proyek Dandes Minanga tahun 2017 - 2018 Tuai Sorotan
Cari Berita

Advertisement

Tak Kunjung Selesai Sejumlah Proyek Dandes Minanga tahun 2017 - 2018 Tuai Sorotan

Jumat, 29 November 2019

Alex Pontororing


MITRA -- Penggunaan dana desa (dandes) di Desa Minanga, Kecamatan Posumaen menuai keluhan warga. Pasalnya sejumlah proyek yang menggunakan dandes dinilai patut dipertanyakan.

Hal ini sebagaimana diungkapkan James Ratela Warga setempat. Dimana dirinya mempertanyakan pembangunan jalan lingkar yang sejak 2017 silam tak kunjung selesai.

"Patut dipertanyakan apalagi hingga kini penyelesaian jalan tersebut tak ada realisasi. Karena kan pembangunan jalan tersebut seharusnya dilakukan awal tahun ini. Bahkan dari informasi anggarannya diduga sudah tidak ada lagi. Diduga terindikasi sudah di korupsi," katanya.

Tak cuma itu, James turut mempertanyakan pengadaan aset mobil kesehatan yang diambil dari dandes. Namun BPKB dan STNK bukan atas nama desa. Melainkan atas nama kumtua difinitif.

"Kenapa anggarannya dari dandes, namun menggunakan nama pribadi. Kemudian saat ini kan ada pejabat kumtua tapi kenapa tak dilakukan balik nama," pungkasnya.


Sementara itu, Pejabat Kumtua Desa Minanga Alex Pontororing saat dikonfirmasi harian ini membantah keras tudingan tersebut. Dimana dirinya menyebut semuanya sudah dilakukan sesuai mekanisme.

Misalnya untuk masalah jalan lingkar dirinya menyebut bakal segera dituntaskan. "Untuk jalan lingkar sebetulnya tinggal menunggu dandes tahap tiga cair. Kemudian langung action pengaspalan lanjutan.

Apalagi di lokasi tersebut kami masih sedikit melakukan pembenahan karena tanjakan yang terlalu tinggi," ungkapnya.


Selain itu, terkait masalah mobil kesehatan memang sebetulnya akan mengggunakan nama desa. Namun diterangkan Alex saat akan dilakukan pengadaan, pihak dealer meminta nama pemilik harus ada nomor induk (NIK) KTP.

Sehingga diberikanlah NIK kumtua saat itu. "Pihak dealer yang meminta pemilik mobil harus memiliki NIK, karena tak akan terinput.

Jadi tak mungkin jika hanya ditaruh nama desa saja. Sehingga NIK kumtua saat itu yang diberikan," terang Alex sembari menambahkan saat pengadaan tersebut dirinya masih menjabat Sekdes.

Alex pun menyebut masalah mobil tersebut sudah sempat ditangani pihak Polres Minsel. Namun memang tidak ditemukan bukti, dan sudah diberikan keterangan.

"Incumbent saya itu sebelum pertarungan Pilhut sudah sempat dilaporkan bahkan dipanggil pihak polres terkait masalah pengadaan mobil ini," ungkapnya.

Adapun Alex menyebut seharusnya masalah ini dikomunikasi secara langsung kepada Kami pemerintah desa. "Kalaupun ada keluhan begitu, harusnya langsung ke kami atau melalui BPD" pungkas Alex.(mario)