Taman Hijau Tutuyan "Dianaktirikan" LAKI Nilai Ada Pembiaran Infrastruktur Publik
Cari Berita

Advertisement

Taman Hijau Tutuyan "Dianaktirikan" LAKI Nilai Ada Pembiaran Infrastruktur Publik

Rabu, 27 November 2019

Qll

Ismail Mokodompi


BOLTIM -- Kondisi Alun-alun Taman Hijau Tutuyan diduga dibiarkan seperti 'anak tiri'. Padahal, proyek pembangunan, Taman Hijau ini menelan anggaran APBD 2016 silam yang tak sedikit.

Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Boltim menyorot tajam pemerintah daerah (Pemkab) Boltim yang diduga melakukan pembiaran dan pemborosan anggaran terhadap infrastruktur publik itu.

"Awal mula lapangan Pondabo (sekarang Taman Hijau Tutuyan) tersebut di pakai untuk kegiatan hari-hari besar dan keagaman seperti Upacara dan untuk melakukan Sholat Ied namun kenyataanya Alun-alun yang dibangun menelan anggaran Rp537.600.000 itu sekarang seperti tak ada gunanya sama sekali karena kondiainya tak terawat," ujar Ketua LAKI Ismail Mokodompit.

Mokodompit menambahkan bahwa pembangunan tersebut seperti di ada-adakan. Padahal masih banyak infrastruktur lain yang lebih pruoritas dan harus di bangun.

"Ini akibat perencanaan pemerintah melalui Kepala Badan Lingkungan Hidup (waktu itu 2016) tidak memperhitungkan dengan matang.

Seakan proyeknya sengaja diada-adakan pada waktu tahun 2016 padahal pembangunan Taman Kota ini memakan angaran APBD yang signifikan imbasnya pembangunan yang menelan biaya yang begitu besar menjadi mubasir," tukasnya.


Ia menegaskan, bahwa ada pembiaran dari pihak-pihak terkait kondisi terkini Taman Hijau Tutuyan.

"Mungkin karena lapangan Tutuyan ini tak memiliki nilai historis yang jelas dan budaya sehingga kondisinya sekarang jadi terbengkalai dan dibiarkan oleh pihak-pihak terkait," sindir Mokodompit.(yudi*)