Libatkan Wartawan, LSM dan Ormas, Bawaslu Minut Gelar Rakor Pengawasan Di Penghujung 2019
Cari Berita

Advertisement

Libatkan Wartawan, LSM dan Ormas, Bawaslu Minut Gelar Rakor Pengawasan Di Penghujung 2019

Jumat, 27 Desember 2019

Komisioner Bawaslu Minut Rahman Ismail SH, (kopiah hitam) saat membuka Rakor didampingi Narasumber Johnny A Suak  




MINUT -- Menutup akhir tahun 2019 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Minahasa Utara (Minut) menggelar rapat koordinasi (Rakor), bersama media massa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan organisasi kemasyarakatan (Ormas).

Bertempat di lantai II, Hotel Sutanraja Minut, Jumat-Minggu (27-29), 2019, bertujuan mendapatkan input positif terkait persiapan pengawasan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020, menyatukan persepsi agar supaya pesta demokrasi lima tahunan sekali ini berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

"Tujuan dari Rakor ini kami ingin mendapatkan masukan-masukan positif terkait pengawasan pilkada yang akan berlangsung 23 September 2020 mendatang.

Karena Bawaslu butuh 'baling-baling' untuk pengawasan Pilkada dan menyampaikan pesan pengawasan ke masyarakat sehingga proses pelaksanaan pemilu dapatt berjalan sesuai aturan," tutur Komisioner Bawaslu Minut Rahman Ismail SH, saat membuka Rakor.

Sementara itu, dalam materi perdana yang dimoderatori, Markus Wantania yang menghadirkan narasumber (Narsum) Johny A Suak, yang juga mantan Pimpinan komisioner Bawaslu Sulut.

Menurut Suak, dalam Pilkada Minut 2020 Bawaslu hanya menjadi fasilitator dan regulator sedangkan tugas pengawasan itu ada di masyarakat sesuai tag line, Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakan Pemilu.

"Intinya adalah tugas pengawasan terkait Pilkada ini juga menjadi tanggung-jawab masyarakat termasuk agen-agen pengawasan yang bekerjasama dengan Bawaslu dalam menciptakan pemilu berkualitas," tuturnya.

Selain itu, dalam materi yang disampaikan Suak juga menyorot terkait pelanggaran yang terjadi dalam Pilkada 2020 sebagai ekstra ordinary crime.

"Kasus pemilu ini harusnya dijadikan sebagai ekstra ordinary crime penindakanyabmenjadi lebih tegas agar supaya kualitas Pilkada menjadi lebih baik," kata Suak.

Apresiasi positif disampaikan sejumlah peserta yang hadir dalam Rakor. Apalagi, Bawaslu Minut menjadi lembaga pengawas yang pertama di Sulut yang melaksanakan Rakor bersama elemen masyarakat media massa LSM dan Ormas.

"Salut buat Bawaslu Minut yang sudah selangkah lebih maju dalam melaksanakan tugas pengawasan menuju Pilkada 2020 mendatang dengan melaksanakan Rakor pengawasan ini," pungkas Suratman Abdullah, mewakili wartawan Harian Koran Manado.(ayi)