PILBUP MINUT: Harry Azhar, In Sha Allah Siap Lahir Batin, Bacalon Wakil Bupati
Cari Berita

Advertisement

PILBUP MINUT: Harry Azhar, In Sha Allah Siap Lahir Batin, Bacalon Wakil Bupati

Kamis, 12 Desember 2019

Harry Azhar, SE


MINUT -- Niat Harry Azhar SE, untuk membangun dan melayani warga Minahasa Utara (Minut) khususnya aspirasi muslimin di top eksekutif mewakili Bupati dikatakan sudah siap lahir batin.

Dirut PT Royal Coconut, Harry Azhar SE, yang belum lama ini telah mendaftar sebagai bakal calon (Bacalon) Wabup Minut lewat Partai Nasdem menjadi langkah awal tampil sebagai top eksekutif Pemkab di Bumi Klabat.

"In sha Allah saya siap lahir bathin sebab keinginan untuk menjadi Wakil Bupati di Minut sudah ada jauh sebelum dirinya terpilih sebagai wakil rakyat di gedung Tumatenden periode 2019-2024.

Diakui Azhar, awal mula terjun di dunia politik sebagai ketua PBB Minut, target sebenarnya bukan duduk di legislatif tetapi ingin menjadi Wakil Bupati Minut.

Tujuanya agar cita-cita membangun daerah bisa lebih intens dilakukan dan membantu Bupati dalam menjalankan program-program memajukan Minut kedepan.

"Karena desakan dari pengurus PBB di setiap desa dan kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan Minut maka saya putuskan untuk maju sebagai anggota dewan dan hasilnya saya terpilih.

Nah, karena sekarang momen untuk mewujudkan target utama saya ada ikhtiar sudah saya lakukan lewat pencalonan Wakil Bupati dengan mendaftar di Nasdem," tutur Azhar.

Terkait kontroversi klaim atas suara umat muslim lewat dialog keumatan yang digelar belum lama ini, tidak sepwnuhnya benar.

Azhar menjelaskan bahwa tujuan utama pertemuan itu adalah menyatukan presepsi umat dalam Pilkada 2020, sehingga diundanglah semua tokoh, ormas islam, imam, BTM. Termasuk Ketua PCNU dan Ketua Muhammadiyah.

"Nemang ada yang diundang dan tak datang. Harusnya mereka-mereka yang merasa tokoh umat ini ikut dalam dialog keumatan waktu itu, supaya bisa menyatakan pendapatnya secara langsung lagi pula itu juga dalam konteks agar suara umat tidak tercerai berai," ujar Azhar.

Ini hasil pertemuan dialog keumatan itu kata Azhar;

1. Menyatakan sikap bersatu dalam urusan Pilkada nanti

2. Bila ada kesempatan
untuk mengusung wakil
bupati maka yang diusung
adalah saya.

3. Kalo tidak bisa mengusung maka disepakati untuk hanya mendukung satu pasang calon

"Jadi hasil kesepakatan dialog keumatan ini sangat normatif, dan itu merupakan keputusan kesepakatan yang kedua kalinya setelah ada pertemuan pertama yang memang memberikan mandat ke saya untuk maju mewakili suara umat muslim sebagai calon wakil bupati Minut," jelasnya.

Lanjut, Azhar prosesi Pilkada Minut ini baru dimulai dan akan mencapai puncak pemilihan pada 23 September 2020 nanti, sesuai jadwal pemilihan Pilkada Kepala Daerah (Kada) oleh KPU Minut.

"Proses Pilkada ini baru berjalan, jika saya diakomordir partai dan diusung sebagai wakil bupati Alhamdulillah dan in sha Allah saya siap untuk maju dan perjuangkan aspirasi umat.

Jika tidak maka kita umat muslimin sepakat memberikan dukungan terhadapat hanyabsatu pasangan calon saja dikontestasi Pilkada," tukasnya.

Di sisi lain, terkait adanya pernyataan ada oknum yang ingin mengggiring Harry Azhar, dalam perhelatan pesta demokrasi ini itu tidak benar.

"Saya tegaskan disini bahwa tidak ada orang yang menggiring giring saya ikut dalam kkntestasi Pilkada karna saya bukan orangg buta. Kalo orang buta ya digiring giring," tutup Azhar.(ayi)