Gubernur Olly, Tatap Muka Dengan Walikota dan Bupati Se Bolmong Raya
Cari Berita

Advertisement

Gubernur Olly, Tatap Muka Dengan Walikota dan Bupati Se Bolmong Raya

Selasa, 18 Februari 2020

Gubernur Sulut Olly Dondokambey (tiga dari kiri) diapit kepala-kepala daerah se Bolmong Raya usai tatap muka terkait koordinasi antara pimpinan daerah 


MANADO -- Gelaran pesta demokrasi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan di helat 23 September 2020 kian dekat membuat tensi politik dilapisan atas hingga akar rumput pun memanas.

Tak pelak, laku pejabat Mulai Gubernur, Walikota dan Bupati sebagai aktor yang sebagian dari mereka adalah ketua-ketua Parpol menjadi 'santapan lezat' praktisi-praktisi politikus.

Buktinya, pertemuan yang digelar Gubernur Olly Dondokambey tatap muka bersama Walikota dan Bupati se Bolmong Raya, Senin, (17/2) 2020 di kantor Gubernur Sulut yang langsung di 'hakimi' sebagai pertemuan politisi.

Padahal bisa jadi itu hanya pertemuan normal antara Gubernur dan kepala-kepala daerah se Bolmong Raya dalam rangka koordinasi terhadap jalanya roda pemerintahaan.

"OD SK HEBAT. Apalagi seluruh pimpinan daerah BMR (Bolmong Raya) so bersatu for OD. Prediksi OD-SK menang dengan angka 72 persen. Dimana angka 7 artinya setuju dan angka 2 artinya dua periode. Kalo mo suka rugi lawang jo. So pasti ta ojo," tulis ketua BAMUSI Minahasa Utara (Minut) Husen Tuahuns lewat pesan Whats Up yanh dikirim ke redaksi media ini.


Ia menambahkan, dimasa empat tahun kepemimpinan OD-SK sejumlah prestasi pembangunan infrastruktur telah dicapai dengan baik.

Begitu juga dengan sektor Pariwista dan hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sulut yang akan menggerakan nadi perekonomian masyarakat umumnya.

"OD-SK adalah pemimpin yang sudah terbukti berbuat dan telah mrmbangun Buni Nyiur Melambai, termasuk pada program pengentasan kemiskinan yang menjadi program utama OD-SK pada periode kedua nanti.

Jadi jika ingin masyaramat hidup maskmur dan sejahtera maka pilihanya pada 23 September nanti adalah OD-SK," pungkas Tuahuns.

Lebih lanjut, Tuahuns menambahkan kendati pertemuan Gubernur dengan kepala daerah se BMR merupakan pertemuan dalam kapasitas kepala daerah, namun dari gestur tubuh saat pose bersama yang dilakukan para orang nomor satu di wilayah masing-masing telah menunjukkan kapasitasnya masing-masing.

"Inikan tidak mungkin saat Gubernur bertemu dengan bawahanya para kepala daerah se Bolmong Raya kemudian tak membahas soal agenda 23 September 2020.

Saya orang yang percaya bahwa langka pertemuan oleh para kepala daerah BMR dengan Gubernur ini adalah bagian dari strategi pemenangan Pilkada.

Apalagi daerah BMR yang menjadi salah satu penyumbang suara terbesar dalam kontestasi Pilkada  Sulut tentu sangat menggiurkan jika potensi suara yang besar ini bisa didapat untuk dukungan calon Gubernur dan wagub nanti," pungkasnya.(ayi)