Dampak Covid-19: E2L-MAP Lepas 12 Ton Beras ke Pulau Kabaruan -->
Cari Berita

Advertisement

Dampak Covid-19: E2L-MAP Lepas 12 Ton Beras ke Pulau Kabaruan

Jumat, 27 Maret 2020

Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Elly Engelbert Lasut dan Forkopimda melepas 12 ton beras bantuan kepada warga terdampak Covid-19 di kediaman pribadi bupati, di Melonguane, Jumat (27/3) 2020. (foto:Ist)


TALAUD -- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud mengirimkan 12 ton beras cadangan pemerintah untuk 1200 keluarga di Pulau Kabaruan, terdiri dari 7,2 ton untuk warga Kecamatan Kabaruan dan 4,8 ton untuk warga Kecamatan Damau, Jumat (26/3) 2020.

Langkah ini, wujudkan komitmen 100 ton beras untuk mambantu warganya yang terkena dampak kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19,

Saat me-louncing Cadangan Beras Pemerintah di kediaman pribadinya di Melonguane, Bupati Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut (E2L) mengatakan bahwa sangat memahami: “ada keletihan ekonomi, ada kelesuan, ada kemudian interaksi jual beli di masyarakat yang menurun, pasar-pasar sepi, dan kemudian banyak juga pekerja-pekerja yang langsung berkaitan dengan keramaian hilang pekerjaan, dan itu berdampak pada kemampuan dan daya beli mereka,” sebagai akibat kebijakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud yang melakukan pengetatan, pengawasan, anjuran-anjuran mengenai upaya mencegah penyebaran Covid-19 secara meluas.


Karena itu, “pemerintah melepaskan 100 ton beras, yang ditargetkan untuk awal ini bagi kurang lebih 1200 keluarga di pulau terluar, di Pulau Kabaruan. Dan ini diharapkan mampu membantu, memberikan dukungan ekonomi kepada masyarakat supaya mereka bisa bertahan. Minimal sampai satu bulan ke depan,” ujar E2L, didampingi Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga (MAP), Dandim 1312/Talaud Letkol Czi Irawan Gupta rochman, Kadis Sosial Imen Djoli Manapode dan Kabulog Melonguane Theopilus Herendoli.

12 ton beras tersebut diserahkan langsung kepada Camat Kabaruan dan diangkut menggunakan Kapal Fery Watunapato menuju Pulau Kabaruan. Selanjutnya akan diserahkan kepada setiap desa untuk dibagikan kepada keluarga-keluarga yang berhak menerima.

Camat Kabaruan (kiri) menerima langsung 12 ton beras yang dilepas E2L-MAP untuk Kecamatan Kabaruan dan Damao, Jumat (27/3) 2020.

Mereka yang diprioritaskan menerima bantuan ini adalah keluarga-keluarga yang kehilangan penghasilan atau penghasilannya turun drastis akibat penerapan protokol social distancing dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Antara lain, para buruh pelabuhan, tukang ojek atau bentor, pedagang kecil di pasar-pasar tradisional dan pelaku usaha kecil yang menjajakan jualan di sekolah atau keluarga-keluarga yang tidak mendapatkan raskin dan PKH.

“Tidak diberikan kepada warga masyarakat yang menerima raskin dan PKH, karena mereka sudah menerima sebelumnya,” tandas E2L. Sedangkan keluarga-keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para pengusaha, karena masih mendapatkan gaji dan penghasilan yang cukup, sehingga tidak diberikan bantuan ini.(Arnoldus Pumpodong)