"PERANG GEO-EKONOMI GLOBAL DAN KETEGANGAN MASYARAKAT INDONESIA DITENGAH COVID-19”
Cari Berita

Advertisement

"PERANG GEO-EKONOMI GLOBAL DAN KETEGANGAN MASYARAKAT INDONESIA DITENGAH COVID-19”

Minggu, 29 Maret 2020

Rusmin Hasan
Aktivis HMI Cabang Tondano


MASYARAKAT internasional dekade ini, dikagetkan dengan wacana Virus Corona secara tren topik publik global.

Berbagai diskursus ilmiah semua elemen dan kebijakan negara untuk melawan penyebaran Covid-19. Dari farian-farian langkka dilakukkan akan tetapi belum mampu menjawab tantangan psikologi masyarakat pada umunya.

Akan tetapi perluh dibaca lebih mendalam bahwa ada tantangan serta skenario dibalik peristiwa tersebut yakni; perang dagang dan militer secara perpektif Geo-Ekonomi Global serta Geostrategi yang mengungat dikanca global (Edward Luttward). Kalau kita kembali membaca peta global ada perang biologis ( Biological Warfare ).

Dan perang dagang 10 yang diluncurkan Amerika Seringkat tahun terakhir ini, antara China dan Amerika dikarenakan amerika melemahnya nilai Donar di Zaman Donald Trum sehingga ia ingin membalas dendam terhadap china sekaligus dilanjudkan terhadap huawei yang mau menguasai jaringan 5 G.

Saat ini, China secara kekuatan politik telah mengusainya. Donald Trun ingin 2 kali menjadi Commander In Cheif Amerikad, amerika menjadikan Covid-19 ini adalah “War Tool” (Alat Perang) selanjudnya untuk melindungi tumpah darah Indonesia.

Posisi Indonesia sebagai kawasan Srategis letak Asia Tenggara secara letak Geografis diantara dua benua, yaitu Benua Asia dan Australia antara kawasan Asia Timur (Terutama China dan Jepang) dan kawasan Asia selatan ( terutama india ) serta terletak diantara dua samudera yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik sehingga menjadi keunikan bagi negara-negara maju untuk melakukan ekpansi dan dominasi politik,ekonomi serta perang dagang terhadap potensi Sumber Daya Alam Indonesia.

Terbukti dengan hadirkan ketegangan publik terhadap Covid- 19 adalah skenario perang besar yang dimainkan oleh Amerika dan China terhadap Perang Geo-Ekonomi Global, Sehingga berplikasi terhadap potret Ekonomi nasional berpacuh terhadap Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN 2020-2024), bahwa indonesia menghadapi ketidak pastian perkembangan perekonomian Dunia.

Diperkirahkan Ekonomi Nasional akan cenderung menurun diantaranya; batu bara, minyak kelapa, sawit seiring dengan beralihnya permintaan dunia keproduksi yang lain. Adapun resiko ketidak pastian lainnya, yang perlu diantisipasi antara lain adalah perang secara Geo-Ekonmi Global antara China, Amerika dan kawasan eropa selepas krisis Ekonomi 1998.

Dari pertarung Geo-Ekonmi Global antara China, Amerika secara Biologis dan Militer diatas berplikasi terhadap ketidak pastian ekonomi Nasional, Rata-rata pertumbuhan Ekonomi Indonesia, hanya kisaran 5,3% Pertahun. Bahkan dalam empat Tahun terakhir ini, pertumbuhan ekonomi indonesia sulit bagi bangsa kita untuk dapat naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi atau mengejar ketertinggalan pendapatan perkapita negara. Maka melihat kondisi potret ekonomi nasional kita saat ini,  penulis diakhir narasi ini, mengajak kepada semua elemen, untuk jangan pesimis dengan kondisi Indonesia saat ini.

Pemimpin indonesia harus menjadi garda terdepan yakni mentri kesehatan dan mentri sosial dan presiden Indonesia untuk membangkit kembali ekonomi nasional kita dari keterpurukan serta ketimpangan sosial lain dengan menangkan konsepsi Bung Karno dalam bukunya : ( Dibawa Bendera Revolusi ) yakni konsepsi Trisakti sebagai wahana untuk membangun kekuatan ekonomi,politik serta sosial budaya sebagai negara yang besar.

Serta semua lemen bagi itu generasi Muda untuk ikut andil dalam memikirkan serta memberikan solusi kontruktif atau pembangun  sebagai ihtiar untuk membangun Indonesia baru dengan kekuatan Ekonomi Terbesar Dunia serta menyongsong Peluangan Indonesia Emas ditahun-tahun kedepan berkisaran Tahun 2030-2045 sebagai langka maju membangun peradaban Indonesia baru dengan kekuatan Kemandirian Pendidikan, Politik, Kemandirian Ekonomi serta sosial Budaya untuk mengembali Indentitas Bangsa yang Besar.(***)