Dilirik Calon Kada, Rahman Ismail; Saya Tak Pernah Bermimpi Dipinang Untuk Jadi Wabup
Cari Berita

Advertisement

Dilirik Calon Kada, Rahman Ismail; Saya Tak Pernah Bermimpi Dipinang Untuk Jadi Wabup

Rabu, 22 April 2020

Rahman Ismail

MINUT -- Deretan aksi sosial yang dilakukan figur milenial Rahman Ismail SH, di tengah Pandemi COVID-19 terinformasi memantik simpati calon-calon kepala daerah untuk disanding menjadi papan dua dalam kontestasi di Pilkada nanti.

"Why not, kalu memang elektabilitas Rahman Ismail jelang Pilkada yang tertunda karena Corona meningkat tidak menutup kemungkinan dia akan digandeng untuk calon Wabup.

Kami juga sedang memantau pergerakan figur-figur yang sedang berbuat untuk rakyat. Tapi saya rasa agak tidak mungkin sebab Rahman Ismail saat ini sedang menjabat pelaksna Pilkada sebagai Komisioner Bawaslu," tutur tim sukses salah satu kandidat calon Bupati Minut yang meminta namanya tida dipublikasi.

Ia menambahkan, dalam politik semua bisa terjadi sehingga sebab apapun yang dilakukan tokoh-tokoh, ataupun figur milenial yang ingin memberi diri dan mengabdi untuk Minut yang lebih baik akan mendapat tempat dihati rakyat.

"Setiap warga negara berdasarkan konstitusi di negeri ini berhak untuk dipilih dan memilih. Jadi tak menutup kemungkinan siapapun yang ingin berbuat untuk daerah ini pasti bisa," tuturnya.

Terpisah, Komisioner Bawaslu Rahman Ismail SH, yang dikonfirmasi soal gerakan sosial kemanusiaan yang dilirik calon kepala daeeah bergeming. Bahkan, Komisioner Bawaslu yang lahir dari rahim jurnalis ini mengatakan bahwa dirinya tak pernah bermimpi untuk menjadi wakil Bupati.

"Terus terang sebagai pribadi saya tersanjung jika aksi kemanusiaan yang saya lakukan dilirik oleh calon kepala daerah.

Pertama saya tak pernah bermimpi untuk dipinang menjadi calon wakil Bupati  sebab sampai saat ini saya tercatat sebagai pengawas Pilkada dan sebagai Komisioner Bawaslu saat ini.

Selain itu, saya tak punya duit untuk maju Pilkada, apa yang saya lakukan hanya keterpanggilan sebagai anak bangsa untuk berbagi apalagi saya sering merasa hidup susah semenjak kuliah," tukas Ismail seraya tertawa dan berdoa nasib manusia Tuhan yang menentukan.(ayi)