Maknai Ramdhan, Rahman Ismail Sentuh Imam Masjid dan Musollah se-Minut
Cari Berita

Advertisement

Maknai Ramdhan, Rahman Ismail Sentuh Imam Masjid dan Musollah se-Minut

Kamis, 23 April 2020





Rahman Ismail saat menyalurkan bantuan kain sarung dan beras

MINUT -- Momentum puasa Ramadhan 2020/1441 Hijriah seyogyanya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mencari amal.

Setidaknya ini yang dilakukan figur milenial Rahman Ismail SH, yang sedang menjabat sebagai komisioner Bawaslu Minahasa Utara (Minut), dalam mengabdikan dan mendedikasikan diri kepada masyarakat.

Berdasarkan pantauan media ini, Kamis (23/04), Rahman Ismail turun langsung membagikan kain sarung dan beras di 66 keimaman (Imam) di Masjid dan Musollah yang tersebar di Tanah Tonsea.

"Mohon bantuan ini tidak lagi dipolitisir menjadi pencitraan karena momen politik yang sejatinya dilaksanakan 23 September 2020 ini sudah di tunda akibat Pandemi Covid-19.

Jadi, bantuan yang saya berikan di keimanan ini murni atas dasar kepedulian saya  sebagai anak negeri yang ingin berbagi terhadap sesama menjelang bulan Ramadhan,

Sebab sebagaimana keyakinan yang saya imani sebagai umat Muslim bulan Ramadhan ini merupakan bulan penuh berkah dimana setiap amalan yang dilakukan akan dibalas dengan beribu-ribu pahala dari Allah SWT," ungkap Ismail.

Aksi sosial ini, menuai respon positif dari pengurus ketua Pemuda Masjid Agung Diponogara Kayu Besi di Airmadidi Atas, Arfan Mokodompit.

Menurutnya, sebagai sesama kader milenieal kepedulian yang diberikan Rahman Ismail sangat mengispirasi dirinya sebagai kaum milenieal.

"Sangat suka dengan sepak terjang komisioner Bawaslu (Rahman Ismail,red) sebab figur yang masih muda seperti beliau, kepedulianya untuk berbagi dan ingin memberi terhadap sesama sangat besar, semoga Allah membalas dengan ganjaran pahala yang berlimpah," ujar Mokodompit seraya mendoakan agar tugas-tugas yang diamanahkan pada Rahman Ismail dapat dilaksanakan dengan baik.

Deretan aksi sosial yang dilaksanakan seorang Rahman Ismail SH untuk saling berbagi di tengah Covid-19, memang menuai kontroversi namun niat untuk bekerja nyata mengabdikan diri dan melayani terus dilakukan tak harus menunggu menjadi kaya.

"Sedari kecil ibu saya sudah mengajarkan untuk saling berbagi dan membantu dalam kondisi apapun, baik senang maupun susah ini yang sudah ditanamkan ke saya," pungkas Ismail.(ayi)