Soal Skandal Pajak 2012-2013, Mantan Kabid Pajak Tegaskan Jika Ada Penyimpangan Jadi Tanggung Jawab Petugas Pemungut -->
Cari Berita

Advertisement

Soal Skandal Pajak 2012-2013, Mantan Kabid Pajak Tegaskan Jika Ada Penyimpangan Jadi Tanggung Jawab Petugas Pemungut

Selasa, 22 September 2020

Audi Sambul

MINUT -- Mantan Kabid Pajak Dinas Keuangan (sekarang Badan Keuangan) Audi Sambul angkat suara usai dicecar Kejari Minut terkait skandal penarikan pajak yang dijadikan modus  untuk kepentingan pribadi  TA 2012-2013 di Dinas Keuangan (sekarang Badan Keuangan), Minahasa Utara, berbandrol sekira Rp1 Miliar.

"Saya sudah dipanggil dan memberikan klarifikasi ke pihak kejari terhadap persoalan pungutan pajak pada 2013 lalu.

Dan saya tegaskan bahwa jika memang ada penyimpangan anggaran itu menjadi kesalahan petugas pemungut pajak," kata Audi Sambul yang kini menjabat Kadis Pariwisata Minut.

Ia menjelaskan, teknis penarikan pajak terhadap wajib pajak itu harua dilalukan secaraandiri oleh yang bersangkutan. Namun jika berhalangan maka itu bisa diwakilkan ke petugas pemungut di lapangan.

"Regulasinya sudah mengatur agar supaya pembayaran pajak ini dilakukan secara mandiri.

Namun bisa juga dititipkan ke pemungut pajak dengan alasan kesibukan atau karena tagihanya sudah bertupuk untuk beberapa bulan," tutur Sambul.

Sambul menambahkan, saat dirinya diperintahkan ex Bupati Drs Sompie Singal, merangkap jabatan dari Kabid Aset ke Kabid Pajak itu sudahpadan bulan Oktober 2013.

"Jadi kabid Pajak yang saya gantikan itu bernama Oscar Korompot( sudah Almarhum), dan masa jabatan saya di kabid pajak hanya berlangsung selama tiga bulan hingga Desember 2013," tandas Sambul, searaya menambahkan telah memberikan klarifikasinya di Kejari Minut.

Informasi dirangkum, kasus dugaan penggelapan pajak diduga dimotori oleh oknum ASN berinisial PP alias Peggy, saat itu dana pajak yang digelapkan berasal dari tagihan milik perusahaan Coca-cola di Kauditan sekitar Rp 300 juta, perusahaan perhotelan Cocatinus di Wori menembus angka 400 juta, sisanya berasal dari pajak Air Tanah, serta beberapa pajak restoran dan rumah makan yang tersebar di Minut.

Selain mantan Kabid Pajak Audi Sambul yang kini menjabat Kadis Pariwisata Pemkab Minut sejumlah nama seperti mantan Kadis Keuangan AF alias Arnold dan ex top eksekutif SS alias Singal juga akan diminta klarifimasi oleh Kejari terkait penarikan pajak yang dijadikan modus  untuk kepentingan pribadi 2012-2013 di Dinas Keuangan (sekarang Badan Keuangan).(***)