Kajari Eksekusi Analis Kredit Pegadaian ke Hotel Prodeo Malendeng -->
Cari Berita

Advertisement

Kajari Eksekusi Analis Kredit Pegadaian ke Hotel Prodeo Malendeng

Kamis, 12 November 2020

Suasana saat Kejaksaan Negeri Airmadidi melakukan konfrensi pers terhadap penahanan CK alias Chandra analis kredit pegadaian Cabang Airmadidi.(foto:ist)

 

MINUT -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mengeksekusi Chandra alias CK karyawan Bidang Kredit Analis Pegadaian Cabang Airmadidi ke Hotel Prodeo di Malendeng.

Chandra ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan pengajuan kredit fiktif bagi 20 kreditur yang merugikan perusahaan senilai Rp 3,8 Miliar.

Kajari Fanny Widyastuti dalam konferensi pers yang didampingi Kasi Pidsus Dian Subdiana dan Kasi Intel Ekaputra Polimpong di kantor Kejari, Selasa (11/11/20) membenarkan adanya penetapan dan penahanan terhadap tersangka.

"Pada hari selasa tanggal 10 November kemarin, sudah P21 atau berkas dinyatakan lengkap.

Untuk itu, pada hari ini kami telah masuk tahap satu dengan melakukan penahanan terhadap tersangka," kata Kajari.

Lanjut Fanny menuturkan, pihaknya sampai saat ini baru menetapkan satu orang tersangka. Diakuinya, jika kasus dugaan korupsi di Tahun 2020 ini, kasus pegadaian ini adalah yang nilainya paling besar mencapai Rp 3,821.441.000.

Ditambahkan, Kasi Pidsus Dian Subdiana. Ia menyebutkan, jika nantinya akan ada tersangka lain, akan berkembang dalam fakta persidangan.

"Sampai saat ini tersangka masih tunggal. Jika nantinya dalam sidang ada oknum yang terungkap menerima aliran dana tersebut, tidak menutup kemungkinan akan kami tetapkan tersangka. Motif tersangka melakukan korupsi ini, karena yang bersangkutan sering bermain falas atau saham di online. Sehingga tergiur untuk melakukan perbuatan melawan hukum dengan membuat kredit fiktif terhadap 20 kreditur," sebut Bang Dian sapaan akrabnya itu.

Tak sampai disitu, Bang Dian yang dikenal akrab wartwan biro Minut ini menerengkan, bahwa penetapkan seorang karyawan di Pegadaian Cabang Airmadidi itu, karena Pegadaian selaku salah satu Badan Usaha Milik Negara.

Sambung dia, segala bentuk penyelewengan yang terjadi di dalamnya, berpotensi merugikan negara. Maka berdasarkan hal itu, tersangka CK dikenakan pasal 2 dan 3 Undang undang Tindak Pidana Korupsi tahun 2009 nomor 31.

Berikut bunyi Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor, (1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

Sementara Pasal 3 berbunyi:

"Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)”.(***)