Duet Paslon Sonya-Syarif Jadi Solusi Menata Pemerintahan Kota Manado -->
Cari Berita

Advertisement

Duet Paslon Sonya-Syarif Jadi Solusi Menata Pemerintahan Kota Manado

Selasa, 01 Desember 2020

Calon Wakil Walikota Syarifudin Saafa saat kampanye terbatas menyampaikan visi misi dan program mereka bersama Cawali Sonya Selviana Kembuan.(foto:ist)
 

MANADO -- Kota Manado membutuhkan perubahan signifikan dan itu harus dilakukan dengan menghadirkan pemimpin baru yang memiliki misi misi dan visioner dalam membangun dan menata pemerintahan.

Duet pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Manado nomor urut 2 Sonya Selviana Kembuan/Syarifudin Saafa (Sonya-Syarif) duet yang pad dalam meramu berbagai program untuk masyarakat Kota Manado.

Buktinya, Duet Sonya-Syarif berani memberikan bantuan modal usaha Rp10 Juta per Kepala Keluarga, dana bagi warga lanjut usia (lansia) sebesar Rp1 Juta, insentif bagi rohaniawan termasuk penjaga tempat ibadah, guru sekolah minggu ataupun guru mengaji jika dipercayakan suara rakyat pada 9 Desember 2020.

Selain itu, kepala lingkungan dimasa pemerintahan Sonya-Syarif akan dipilih langsung masyarakat, kemudahan dalam pengurusan akta kelahiran maupun administrasi kependudukan lainnya.

"Berikanlah Sonya-Syarif kesempatan untuk memimpin Kota Manado. Kami berdua adalah koki baru yang menawarkan menu yang berbeda dari pasangan calon lainnya. Karena itu, pilihlah kami paslon nomor 2 pada 9 Desember,"ujar Cawali Syarifudin Saafa, dihadapan masyarakat Kelurahan Sario, Kecamatan Sario, Senin (30/11).

Dikatakan Bung Syarif, sapaan akrab Saafa, paslon Sonya-Syarif tidak menawarkan program yang sama dengan pemerintahan sebelumnya, namun ada sentuhan yang berbeda dan lebih pro rakyat.

"Manado butuh perubahan dan saya dan ibu Sonya berkomitmen dan berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai visi kami Manado kota modern dan berbudaya,"tandas Bung Syarif.

Dalam kesempatan kampanye terbatas itu, mantan anggota legislatif Manado tiga periode tersebut memperagakan tata cara pencoblosan kertas suara.

"Nomor 1 dibuka, nomor 2 dicoblos, nomor 3 dilipat, nomor 4 dimasukan dalam kotak. Jadi yang dicoblos nomor 2,"tukas Bung Syarif, diikuti peserta kampanye.(***)