Buka Peluang Kerja ke Jepang, UPT BP2MI Manado Gelar Sosialisasi -->
Cari Berita

Advertisement

Buka Peluang Kerja ke Jepang, UPT BP2MI Manado Gelar Sosialisasi

Kamis, 01 April 2021


MANADO
-- Kabar gembira buat para pencari kerja di Bumi Nyiur Melambai. Pasalnya, UPT BP2MI Manado kembali mengadakan sosialisasi peluang kerja ke Jepang pada jabatan Care Worker melalui program Specified Skilled Workers (SSW).

Sosialisasi ini dilaksanakan, Rabu tanggal 31 Maret 2021, di kantor UPT BP2MI Manado. Adapun lembaga yang digandeng untuk turut memberikan materi adalah PT Jayadi Global Education Center cabang Manado yang berkonsentrasi pada pelatihan bahasa Jepang dan kemampuan perawat lansia.

Di temui di tempat pelaksanaan acara, Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag menyatakan bahwa antusiasme warga Sulawesi Utara yang ingin bekerja ke Jepang melalui program SSW dan G to G sangat tinggi.

“Animo masyarakat Sulut yang ingin bekerja ke Jepang sangat tinggi karena kami setiap harinya selalu memberikan pelayanan bagi masyarakat yang bertanya tentang program SSW dan G to G, baik itu melalui telepon, media sosial, maupun yang datang langsung untuk bertanya ke kantor kami,” jelas Hendra.

Lebih lanjut Hendra mengatakan bahwa saat ini UPT BP2MI Manado yang ia pimpin telah menyelenggarakan sosialisasi program SSW dan G to G setiap dua minggu sekali.

“Melihat tingginya antusiasme warga Sulut, maka kami berinisiatif menyelenggarakan sosialisasi gratis dan terbuka untuk umum setiap dua minggu sekali, untuk menjelaskan program SSW dan G to G ke Jepang bertempat di kantor kami Jln. Babe Palar no.96 Manado. Sosialisasi yang diadakan hari ini juga sudah yang ke enam kalinya kami selenggarakan di tahun ini,” sebut Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa peluang kerja ke Jepang sebagai Care Worker dan Nurse lewat program SSW dan G to G menawarkan gaji yang sangat menggiurkan.

“Gaji untuk pemula saja bisa menyentuh angka 20 jutaan/bulan, dengan izin tinggal selama 5 tahun dan persyaratan yang cukup mudah yaitu minimal usia 18 tahun, berijazah SMA/SMK serta memiliki kemampuan berbahasa Jepang minimal N4 dan sertifikat skill Care Worker.

Dengan penghasilan sebesar itu PMI dan keluarganya pasti akan terjamin kesejahteraannya serta dapat membantu pemerintah daerah untuk menambah pemasukan bagi daerah lewat remitansi,” tutupnya.(***)