Kehadiran PT Bhineka Mancawisata Memberi Daya Dorong Pembangunan Pariwisata Sulut -->
Cari Berita

Advertisement

Kehadiran PT Bhineka Mancawisata Memberi Daya Dorong Pembangunan Pariwisata Sulut

Selasa, 06 April 2021

 
Suasana peninjauan pembangunan konstruksi hotel bintang lima di desa Paputungan Kecanatan Likupang Barat dari pebgembang PT BMW.(foto:ist)
 

MANADO -- Kehadiran PT Bhineka Mancawisata dengan pembangunan hotel pantai di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus Likupang memberi daya dorong besar kemajuan pariwisata Sulawesi Utara. Investasi pariwisata triliunan rupiah “menyulap”  Likupang yang  terkebelakang menjadi kawasan terdepan,  berjalan beriringan dengan program pemerintah yang menetapkan Likupang lima wilayah  super prioritas pariwisata nasional.

Kepala Dinas Penannaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Atap  (PMPTSP) Sulawesi Utara Frangky Manumpil di Manado, Selasa ( 6/4)  mengatakan investasi  PT Bhineka Mancawisata di bidang pariwisata mengukuhkan arah pembangunan pariwisata Sulawesi Utara  tepat, on the track.

“Pemerintah seperti memiliki chemistry dengan PT Bhineka Mancawisata dalam pembangunan dan bisnis pariwisata Sulawesi Utara ke depan. Kita butuh investor seperti ini, kami berikan karpet merah membantu segala perizinan kepada mereka,” katanya.

Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sulut antusias membantu pembangunan hotel plus kawasan wisata pantai dan laut. Dikatakan pembangunan fisik hotel dan kawasan wisata di Likupang Barat memperindah Likupang dengan sejumlah pesona alam, laut dan pantai yang dimiliki.

“Pak Gubernur selalu mengingatkan kepada kami agar mencari dan membantu setiap investor ataupun investasi pariwisata, hanya dengan investasi daerah ini akan maju, ekonomi masyarakat akan bertambah seperti dialami Bali,” katanya.

Direksi PT Bhineka Mancawisata Teddy Darmanto dan Kepala Operasional cabang Manado Yuri Christian mengatakan investasi pariwisata di Paputungan Likupang Barat berupa hotel bintang lima dan sejumlah destinasi lainnya. Di sekitar hotel akan dibangun wisata air, taman satwa, kebun buah dan taman bunga.

Selanjutnya akan dibangun pasar seni budaya dan kerajinan, permainan rekreasi edukatif, mangrove walk dan terutama atraksi kapal wisata bawah air yang akan menjelajahi taman laut Bunaken.

“Kami hadir di sini untuk memperindah dan melestarikan alam Likupang dengan pembangunan pariwisata. Tabu bagi kami merusak lingkungan. Alam di Likupang yang sudah ada kami lestarikan menjadi lebih indah. Ingat ini investasi pariwisata bukan investasi tambang. Pariwisata butuh keindahan alam,” kata Teddy. 

Rising Star Tahun 2019, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata menganugerahi Sulawesi Utara sebagai The Rising Star pariwisata nasional dengan lonjakan kedatangan turis asing 600 persen dalam empat tahun belakangan.

Apresiasi tersebut diikuti dengan menjadikan KEK Pariwisata Likupang sebagai lima destinasi super prioritas bersama empat destinasi lainnya, Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara) ,  Mandalika (Nusa Tenggara Timur) dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

Selanjutnya Frangky Manumpil menyebut, laju investasi hotel dan prasarana pendukung parisiwata seperti listrik tahun 2020 mencapai Rp 5,2 triliun dari target Rp 3 triliun.

Investasi itu didukung dengan suntikan dana pemerintah pusat Rp 1 triliun membenahi infrastruktur penunjang seperti pembangunan terminal baru bandara Sam Ratulangi  dan jalan menuju ke lokasi KEK Likupang sepanjang 31,5 kilometer dari bandara Sam Ratulangi.

Juga dibangun terminal baru bandara Sam Ratulangi ditargetkan selesai tahun ini diperluas dua kali lipat yang semula 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi, lengkap dengan fasilitas terminal internasional. 

Perluasan bandara memungkinkan menampung jumla penumpang 6 juta pertahun dari yang sebelumnya hanya 2,5 juta orang pertahun.

Boming turis China sejak tahun 2017 hingga 2019 menjadikan paket-paket pariwisata selam dan atraksi wisata paralayang memberi keuntungan dan kemajuan bagi masyarakat lokal dan pengelola pariwisata. (***)