Dengan Posisi Tertelungkup, Kakek Zeth Ditemukan tak Bernyawa Di Hutan Bakau -->
Cari Berita

Advertisement

Dengan Posisi Tertelungkup, Kakek Zeth Ditemukan tak Bernyawa Di Hutan Bakau

Selasa, 27 Juli 2021

Warga Loyow saat mengevakuasi mayat kakek Zeth.(foto:ist)

 

TUTUYAN -- Seisi warga Loyow, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, digegerkan dengan penemuan mayat seorang kakek berinisial ZM alias Zeth (70) di kawasan hutan bakau, Senin (26/7/2021).

Saat pertama kali ditemukan oleh warga. kakek yang belakangan diketahui merupakan warga Desa Loyow itu, tewas dengan posisi terlungkup berlumur becek.

Salah seorang saksi Baktiar Mokoagow (62) yang juga merupakan warga setempat mengatakan, sekitar pukul 11.00 Wita, ia bersama istrinya pergi mencari kerang di kawasan hutan bakau. Saat sedang mencari kerang, ia melihat ada jejak kaki, karena penasaran, lalu mengikuti jejak tersebut sembari mencari kerang.

"Kira-kira 15 meter dari tempat membelah kerang, saya melihat ada sesuatu seperti mayat. Setelah saya mendekat, dan ternyata itu mayat," kata Baktiar, kepada wartawan.

Begitu mengetahui adanya mayat, ia dan istrinya bergegas kembali kerumah untuk memberitahukan hal tersebut kepada pemerintah Desa Loyow dan warga setempat. Tak lama kemudian warga dan pihak Kepolisian Sektor Nuangan langsung menuju tempat kejadian.

"Karena saya tidak berani maju untuk mencari tahu siapa mayat itu, saya bergegas pulang dan memberi tahu kepala desa dan orang-orang," jelas Baktiar.

Jajaran Polsek Nuangan dibantu warga berhasil mengevakuasi jenazah kakek berusia 70 tahun yang tewas di hutan bakau tersebut, untuk diidentifikasi guna memastikan penyebab kematian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Dokter Umum Puskesmas Nuangan, Fadhila Alaydrus menyebut tidak ada tanda kekerasan pada mayat ZM. Pihaknya menyimpulkan, korban meninggal dalam kondisi wajar.

"Kami hanya sebatas melakukan visum luar terhadap jenazah. Yang jelas tidak terdapat tanda kekerasan terhadap jasad korban, kata Fadhila kepada wartawan.

Meski begitu ia menyarankan untuk diotopsi, namun keluarga korban monolak. Keluarga korban memilih membawah jenazah kekek tersebut kembali kerumah untuk dimakamkan.(yudi)