Terancam Dihearing Dewan Akibat Layanan Masyarakat Tak Maksimal, Sangadi Bongkudai Diadukan Ke Bupati -->
Cari Berita

Advertisement

Terancam Dihearing Dewan Akibat Layanan Masyarakat Tak Maksimal, Sangadi Bongkudai Diadukan Ke Bupati

Jumat, 26 November 2021


BOLTIM
– Diduga tak berikan pelayanan sebagaimana mestinya kepada warga, kepala Desa (Sangadi) Desa Bongkudai Baru, Kecamatan Moaat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ditegur Bupati Sam Sachrul Mamonto

Pasalnya, pada (15/11/2021) lalu, Edsyuko Tendean selaku Masyarakat ingin membuat Surat Keterangan Usaha (SKU) dan berharap Pemerintah Desa, Bongkudai Baru, dapat membantunya serta mempermudah dalam membuat SKU.

Tanpa alasan yang jelas, Jerol Kamuh selaku Sangadi (Kepala Desa,red) Desa Bongkudai Baru tidak mau menandatangani Surat Keterangan Usaha (SKU) kepada Edsyuko Tendean.

Tidak terima teman sejawat mendapatkan playanan yang kurang baik oleh Pemerintah Desa Bongkudai Baru, secara resmi dalam Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2022 Kamis (25/11/2021), Samsudin Dama, meminta langsung kepada Bupati Sam Sachrul Mamonto, agar Pemerintah Daerah segera dapat menyelesaikan.

“Sedangkan Anggota DPRD mereka perlakukan seperti ini apa lagi masyarakat biasa,” ucap Sadam.


Senada, Bupati Sam Sachrul Mamonto langsung menanggapi apa yang disampaikan oleh Samsudin Dama, terkait perihal Pemerintah Desa Bongkudai Baru.

"Saya perintahkan kepada Sekda dan Asisten I, besok panggil dan hearing kepada yang bersangkutan, kalau tidak mau, intruksikan inspektorat untuk audit forensik terhadap Desa tersebut.



Ini sesuatu yang mengkhawatikan dan mengancam sedangkan Angota DPRD di perlakukan seperti itu apa lagi masyarakat,” ucap Sam Sachrul Mamonto dalam rapat Paripurna yang digelar di Aula DPRD Boltim.

Lanjut Bupati Sam Sachrul Mamonto “Kedudukan Bupati dan teman-teman DPR itu sejajar, ketika ada Sangadi yang melakukan arogan kemudian memperlakukan Anggota DPR seperti itu maka kita harus tegas terhadap sangadi seperti itu. Saya saja seorang orang Bupati sangat menghormati teman-teman DPR apa lagi Sangadi,” tungkas Bupati Sam Sachrul Mamonto

Sembari, Edsyuko Tendean, membenarkan bahwa sangadi tersebut tidak mau menandatangani Surat Keterangan Usaha (SKU) miliknya, “Saya datang ke sangadi dan mengatakan bahwa saya mau bikin Surat Keterangan Usaha (SKU) sangadi langsung arahkan pergi ke Sekdes untuk penomoran,” imbuhnya


Lanjutnya,  “Saya juga sudah bermohon kalau bisa Sangadi telefon Sekdes agar bisa datang kemari, anehnya Sangadi malah ambil SKU nya dan langsung meletakan di atas meja dan langsung angkat kaki. Bahkan saya sudah mengatakan coba hilangkan dulu kalau saya sebagai Anggota DPR,” jelas Edsy kepada  Sangadi


Pun, sudah berkali-kali Edsuko Tendean memohon kepada Sangadi agar melihat dia sebagai masyarakat Desa Bongkudai Baru.

"Jadi kita mo pigi pa Sekdes jo dang Sangadi hanya diam, kita bilang ooh jadi kita mo cari Sangadi laeng jo dang dia cuman badiam, jadi kita langsung badiri pulang no,” tunkas Edsy.

Sampai berita ini di publis watrawan media ini sudah mencoba menghubungi Sangadi Bongkudai Baru untuk di mintai keterangan melalui telefon pribadi milik Sangadi tidak aktif atau di luar jangkauan.(yudi)