Tokmas Apresiasi Komitmen Kajari Priyadi Tindak Dugaan Kasus Korupsi di Minut -->
Cari Berita

Advertisement

Tokmas Apresiasi Komitmen Kajari Priyadi Tindak Dugaan Kasus Korupsi di Minut

Selasa, 26 Juli 2022

Husen Tuahuns.(Foto:Ist)


MINUT -- Angin segar datang dari koorps Adhyaksa di lingkup Kejaksaan Negeri Minahasa Utara (Minut) terkait penanganan dugaan tindak pidana korupsi, mendapat apresiasi positif dari elemen masyarakat.


Husen Tuahuns, salah satu Tokoh masyarakat Minut menyatakan komitmen Kajari Yohanes Priyadi SH,MH terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi patut diapresiasi.

Tuahuns yang ikut terjun saat menyuarakan pemberantasan korupsi lewat aksi demo bersama Lembaga Pemberdayaan Pengawasan dan Pembangunan (LP3) Sulut, baru-baru ini mengatakan ada sinyal kuat yang dikirim Kajari terhadap penanganan dugaan tindak pidana korupsi.

"Saat ini pak Kajari masih bersih-bersih diinternal Kejaksaan Negeri Minahasa Utara, untuk itu mari sama-sama kita berikan kesempatan beliau melakukan hal tersebut. Kami percaya bahwa integritas dan komitmen pak Kajari untuk menindak-lanjut setiap kasus dugaan korupsi yang dilaporkan sangat baik.

Hal itu dibuktikan dengan memberikan respon positif atas tuntutan LP3 Sulut agar memroses semua kasus-kasus dugaan korupsi yang telah mereka lapor," tutur Tuahuns.

Lebih jauh, Tuahuns meyakini track record Kajari di Tanah Tonsea ini dengan segudang prestasi mentereng dalam memburu koruptor tak diragukan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum media ini sekira 12 tahun bertugas di jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim), Yohanes menjebloskan tiga mantan Ketua DPRD ke dalam jeruji besi.

Salah satunya pemilik DB 3 di provinsi yang kini dicanangkan menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi bukti sahi. Tak cuma Ketua DPRD, Wakil Ketua hingga para anggota Badan Anggaran (Banggar) yang terlibat ikut dibawa ke pengadilan. Hingga putusan incrah.

Sebelumnya sepak terjang Kajari Yohanes juga sudah memakan korban saat Ketua DPRD Penajam Pasir, kabupaten yang kini jadi daerah calon ibu kota digelandang ke penjara. Termasuk kasus Ketua DPRD Kutai Timur yang dituntaskannya.

Genderang perang terhadap tindak pidana korupsi kembali ditambuh Kajari, Jumat 22 Juli 2022, saat Kejaksaan Republik Indonesia merayakan Hari Bhakti Adhyaksa yang ke-62. Termasuk Kejari Minut yang memperingatinya dengan menggelar upacara di Lapangan Upacara Kejari Minut.

Upacara yang dipimpin langsung Kajari Minut Yohanes Priyadi menyampaikan sekarang ini kasus yang ditangani Kejari Minut diantaranya soal penyimpangan dana desa.

"Proses hukumnya sedang berjalan, nanti kalau memang ada penyimpangan dan ada kerugian negara saat pemeriksaan  maka akan kita tingkatkan ke penyelidikan Pidsus," katanya Johanes.

Lanjutnya, kasus lainnya Kejari Minut masih sementara melakukan penyidikan dugaan korupsi di Dinas Pangan Minut.

"Kami sudah melakukan penyitaan, pemeriksaan saksi-saksi tapi belum penetapan tersangka, karena saat ini untuk perhitungan kerugian negara masih dilakukan oleh BPKP perwakilan Sulawesi Utara," tegasnya, seraya menambahkan saat ini masih menunggu kerugian negara, kalau sudah ada dan terbukti nanti akan ada penetapan tersangkanya.(@i)