Praktik Penyimpanan BBM Subsidi Secara Ilegal Masih Terjadi di Wilayah Polsek Mapanget -->
Cari Berita

Advertisement

Praktik Penyimpanan BBM Subsidi Secara Ilegal Masih Terjadi di Wilayah Polsek Mapanget

Sabtu, 13 Agustus 2022

Dump truck yang terparkiri di lokasi penimbunan BBM ilegal diduga dioperasikan untuk mengumpul BBM jenis solar di SPBU wilayah kecamatan Mapanget untuk di bawah ke lokasi induatri.


ENTAH sudah diketahui Aparat Penegak Hukum (APH) Polsek Mapanget atau belum. Pasalnya, praktik penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) tanpa mengantongi izin alias ilegal masih di temukan di wilayah Polsek Mapanget tepatnya di jalan kawasan Politeknik kecamatan Mapanget kota Manado.


Berdasarkan penelusuran wartawan di lapangan, pelaku inisal (A) yang diduga melakukan penyimpanan BBM secara ilegal atau yang dikenal pangkalan BBM ilegal itu masih beroperasi di daerah tersebut.

Adapun pangkalan BBM yang diduga ilegal memiliki sejumlah tempat penampungan berupa tangki berukuran besar, bangunan kecil di isi tong plastik atau tandon ukuran 1000 ltr sebanyak dua buah.

Dan juga dump truck kuning yang di bawa kesana kemari untuk melakukan pengisian di SPBU sehari bisa mencapai dua sampai tiga. Mobil tersebut juga kerap mendekati SPBU tujuannya sementatabmobil yang lain yang melakukan pengisian di SPBU Mapanget atau SPBU Politeknik Atau SPBU Kombos Mobil dump truck ini kemudian yang menampung.

Dan setelah di tampung baru di bawa ke gudang Politeknik dan siap untuk di jual ke perusahan industri.

Kondisi BBM ini harusnya mendapat perhatian serius Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno untuk meningkatkan fungsi pengawasan agar ditertibkan sebelum mengakhiri masa tugas di Bumi Nyiur Melambai.

Sementara itu, menurut warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa pangkalan BBM ilegal yang lokasinya berada tepat ditengah-tengah perumahan warga tersebut menyimpan BBM jenis Solar.

Sumber tersebut mengatakan, solar subsidi tersebut didapatkan oleh pemilik pangkalan dari SPBU-SPBU yang tersebar di kecamatan Mapanget.

“Modus yang dipakai pelaku adalah pemilik BBM ilegal ini membeli atau menampung solar di SPBU menggunakan mobil truck yang tankinya sudah di modifikasi untuk sekali tab bisa mencapai ratusan liter.

Dan dalam sehari dump trucknya bisa dua sampai kali masuk SPBU untuk mengisi solar bersubsidi," kata sumber kepada awak media di Jalan lokasi sebuah perum di Politeknik, kecamatan Mapanget Sabtu (13/07/2022).

“Mereka mengantri membeli solar subsidi di SPBU sekitar kecamatan Mapanget mulai pagi hingga malam hari dengan cara memodifikasi tangki mobil supaya dapat menampung banyak solar dan bekerjasama dengan oknum pegawai SPBU. Selanjutnya mereka menjual solar itu kepada perusahaan-perusahaan,” ujarnya.

Ia mengaku, dirinya karap melihat berbagai mobil berbahan bakar solar dump truck keluar masuk ke lokasi yang diduga tempat penyimpanan BBM ilegal tersebut pada malam hari dan dini hari.

Meski begitu, dirinya tidak mengungkapkan jenis mobil yang beroperasi di lokasi tersebut.

Terpisah, seorang pegawai SPBU resmi di Jalan menuju Bandara Sam Ratulangi, kecamatan Mapanget mengatakan pihaknya tidak melayani pembelian bahan bakar solar bersubsidi dalam jumlah besar.

“Kami tidak akan melayani kendaraan yang membeli solar subsidi dalam jumlah yang banyak terlebih lagi mobil yang mencurigakan. Memang sekarang ada mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi. Kami sudah tahu akan hal itu. Kami juga dapat sosialisasi dari Pertamina, pihak Kepolisian juga,” jelas pria yang tidak mau menyebutkan namanya ini.

Sekadar informasi, pelaku penyimpangan distribusi BBM subsidi diancam hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar sesuai dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Sementara itu, Kapolsek Mapanget AKP Yusi Kristin yang dihubungi terpisah dihadapan awak media mengaku tak tahu menahu dengan keberadaan lokasi penampungan BBM Illegal tersebut. Dan untuk lakukan antisipasi pihaknya sudah turun langsung ke SPBU-SPBU di wilayah kecamatan Mapanget untuk tidak melayani pembelian solar dalam jumlah besar.

"Saya tidak tahu dengan keberadaan penampung BBM Illegal ini. Dan untuk mencegah saya sudah turun ke empat lokasi SPBU di wilayah Mapangetnuntjk mengingatkan agar tidak melayani pembelian solar subsidi ke mobil-mobil penampung BBM jenis solar," ungkap Kristin.(@i)