Bahas Perkiraan Kondisi Ekonomi Sulut 2023, ISEI Laksanakan Diskusi Akhir Tahun -->
Cari Berita

Advertisement

Bahas Perkiraan Kondisi Ekonomi Sulut 2023, ISEI Laksanakan Diskusi Akhir Tahun

Jumat, 23 Desember 2022


𝐌ANADO -- Negara Indonesia terus menunjukkan ketahanan dan prospek yang baik, meski gejolak ekonomi global belum mereda. Hal ini nampak berdasarkan realisasi sampai dengan triwulan III 2022, perbaikan ekonomi nasional terus berlanjut dan bias ke atas dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3% pada 2022 dan tetap tinggi pada 2023.

Oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Andry Prasmuko dikatakan, berbagai indikator Oktober 2022 dan hasil survei terkini Bank Indonesia, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur mengindikasikan terus berlangsungnya proses pemulihan ekonomi domestik.


“Dari sisi eksternal, kinerja ekspor diperkirakan akan tetap kuat, khususnya batu bara, CPO, besi, dan baja, serta ekspor jasa, seiring dengan permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih kuat didukung kebijakan Pemerintah,” kata Andry di depan peserta Diskusi Akhir Tahun Bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulawesi Utara, Kamis (22/12/2022).

Dijelaskan, perkembangan tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan tetap bias ke atas dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 4,5-5,3%. Di tingkat provinsi, berdasarkan indikator dini serta hasil survei Bank Indonesia perbaikan perekonomian Sulawesi Utara yang diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2022 dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,6-5,6% (yoy).

“Kenaikan aktivitas sosial ekonomi masyarakat sejalan dengan akselerasi vaksinasi dan kasus COVID-19 yang semakin melandai menjadi faktor pendorong utama kinerja perekonomian Sulawesi Utara pada 2021 sampai dengan 2022, tercermin dari tumbuhnya LU Perdagangan dan LU Transportasi,” kata Andry, menjelaskan.

Menurut Bank Indonesia, dari sisi permintaan, kinerja perekonomian Sulut didukung oleh menguatnya kinerja Konsumsi RT dan ekspor khususnya komoditas minyak nabati sejalan dengan kenaikan harga komoditas di tengah permintaan dari negara mitra yang tetap terjaga. Pada akhir 2022, inflasi Sulawesi Utara diperkirakan meningkat dari tahun sebelumnya pada kisaran 4,1-4,5%, berada pada kisaran batas atas sasaran inflasi Nasional. Meskipun demikian, menjelang akhir tahun 2022 berbagai upaya masih terus dilakukan Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, dan kementerian/lembaga terkait untuk menyikapi potensi meningkatnya tekanan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Dalam rangka implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, melalui TPID di tingkat provinsi dan kab/kota telah dilaksanakan rapat koordinasi pengendalian inflasi secara rutin yang disertai dengan kegiatan Pasar Murah di seluruh Kabupaten Kota serta penjajakan penyediaan komoditas pangan melalui kerjasama antar daerah. Pada tahun 2023, program-program tersebut akan dilanjutkan dan ditingkatkan untuk mendukung terkendalinya inflasi Sulawesi Utara yang diprakirakan akan kembali pada rentang sasarannya disebabkan oleh terkendalinya inflasi volatile foods karena adanya peningkatan produksi komoditas strategis,” lanjutnya.

Pada tahun 2023, Bank Indonesia memprakirakan perekonomian daerah masih akan berada pada trajektori perbaikan, didorong oleh akselerasi proses vaksinisasi dan normalisasi aktivitas masyarakat, pelaksanaan event-event internasional dalam jangka pendek, konsolidasi sektor pariwisata serta peningkatan produktivitas dari Sub-LIJ pertanian serta perbaikan kapasitas SubLU perikanan. Tetapi masih terdapat risiko yang perlu diperhatikan dalam mendorong perekonomian maupun pengendalian inflasi di Sulawesi Utara, khususnya risiko terbatasnya penerimaan pada APBD seiring dengan pemulihan ekonomi serta risiko inflasi akibat dampak kenaikan harga energi dan pangan secara global serta kenaikan biaya-biaya akibat penyesuaian harga BBM.

ISEI Cabang Manado melalui Dr. Vecky A. J. Masinambouw, SE, MS memprediksi pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,5-6 %.(fey)